11 Pesepakbola Yang Terlibat Kasus Video Seks Seperti Dele Alli

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Tottenham, Dele Alli, melakukan selebrasi gol. Reuters/Paul Childs

    Pemain Tottenham, Dele Alli, melakukan selebrasi gol. Reuters/Paul Childs

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus Video Seks seperti yang dialami Dele Alli bukan yang pertama kalinya terjadi di dunia sepak bola. Skandal video seks ternyata pernah juga dialami para pesepakbola tersohor lainnya.

    Berdasarkan penelusuran Tempo, setidaknya ada ada 11 pemain sepak bola yang dikabarkan video seksnya menyebar di dunia maya. Berikut daftar 11 pemain tersebut.

    1. Mark Bosnich dan Dwight Yorke

    Dua eks punggawa Manchester United ini pernah tersandung skandal video seks bersama. Namun saat itu keduanya masih bermain untuk Aston Villa.

    Dalam video yang sempat tersebar itu, Yorke dan Boscnich disebut sedang melakukan pesta seks bersama 4 orang perempuan. Video itu direkam dalam sebuah kaset handycam dan tersebar setelah yorke membuang kaset ke tempat sampah.

    2. Rio Ferdinand, Frank Lampard dan Kieron Dyer

    Skandal video seks ketiga pemain ini mungkin bisa dibilang lebih menggemparkan ketimbang video seks Dele Alli. Pasalnya, mereka melakukan pesta seks setelah membawa Timnas Inggris menumbangkan Jerman 1-0 di ajang Piala Eropa 2000.

    Ferdinand belakangan mengakui adanya pesta seks dan rekaman tersebut. Namun dia mengaku hanya tidur dengan satu perempuan saja.

    "Saya bercinta dengan satu perempuan, dan itu direkam atas kemauan dia, hanya itu saja," tulisnya dalam biografi berjudul 'My Story'.

    3. Mathieu Valbuena

    Sayap lincah Tim Nasional Prancis ini bisa dianggap sangat sial. Pasalnya dia tak hanya terjerat kasus video seks tetapi juga tersandung kasus percobaan pemerasan oleh rekan setimnya sendiri, Karim Benzema dan Djibril Cisse.

    Benzema dan Cisse mencoba memeras Valbuena melalui seseorang bernama Zouaoui. Keduanya mengancam akan menyebarkan video seks pemain yang kini merumput bersama Fenerbache tersebut.

    Valbuena lantas mengadukan kasus tersebut ke kepolisian Prancis dan Zouaoui pun mendekam di dalam penjara. Kepada polisi, dia mengakui perbuatannya dan menyatakan bahwa Benzema dan Cisse sebenarnya hanya ingin membantu Valbuena. Kasus ini sempat membuat Benzema tak dipanggil Timnas Prancis saat menghadapi kualifikasi Piala Eropa 2016.

    4. Gerard Pique

    Sama seperti Valbuena, Gerard Pique juga sempat mendapatkan percobaan pemerasan atas vide seksnya bersama sang istri, Shakira. Video tersebut tersebar setelah Pique dikabarkan kehilangan telepon genggamnya.

    Si pemeras dan pencuri telepon genggam itu kabarnya tak lain adalah mantan pegawai di kediaman pasangan tersebut. Namun kabar itu akhirnya menguap begitu saja tanpa ada kejelasan.

    5. James Pearson, Tom Hopper dan Adam Smith

    Trio pemain ini mencoreng kehormatan Leicester City saat mereka menjuarai Liga Inggris 2016 lalu. Ketiganya terekam video sedang berpesta seks di Thailand saat Leicester melakukan tur kemenangan mereka.

    Tak hanya video seks, ketiganya sempat mengucapkan kata-kata bernada rasis dalam rekaman tersebut. Leicester City yang merasa tertampar pun langsung memecat mereka sebulan setelah video tersebut tersebar.

    6. Nathaniel Clye

    Bek kanan Liverpool Nathaniel Clyne memiliki kasus yang mirip dengan Dele Alli. Video seks eks pemain Southampton tersebut tersebar pada 2016 lalu.

    Dalam video tersebut, Clyne bercinta dengan seorang perempuan di apartemen miliknya. Video seks Clyne itu juga tampak diabadikan oleh seorang rekannya melalui telepon genggam.

    Video Dele Alli sendiri tersebar sejak Senin 5 Februari 2018 lalu. Pihak Dele Alli telah membantah bahwa si pemain merupakan pria dalam rekaman berdurasi 12 menit itu.

    INDEPENDENT|DAILY STAR|THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.