Aubameyang Datang, Karier Lacazette di Arsenal Dianggap Usai

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Arsenal Pierre-Emerick Aubameyang melepaskan tendangannya ke gawang Everton saat bertanding dalam Liga Inggris di Stadion Emirates, London, Inggris, 3 Februari 2018. REUTERS

    Pemain Arsenal Pierre-Emerick Aubameyang melepaskan tendangannya ke gawang Everton saat bertanding dalam Liga Inggris di Stadion Emirates, London, Inggris, 3 Februari 2018. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Eks pemain Arsenal, Emanuelle Petit, menilai karier penyerang Alexandre Lacazette, kini telah habis. Padahal pemain berusia 26 tahun itu belum satu musim berada di Emirates Stadium.

    Penilaian Petit itu berdasarkan fakta pembelian Pierre-Emerick Aubameyang dari Borussia Dortmund pada Januari lalu. Dengan pembelian itu, menurut dia, Manajer Arsenal Arsene Wenger telah kehilangan kepercayaan kepada Lacazette, yang baru diboyong dari Lyon pada Juli lalu.

    "Perekrutan Aubameyang, menurut saya, merupakan sinyal bahwa itu sudah telat (untuk Lacazette). Kepercayaan Arsene Wenger kepada Lacazette telah hilang," katanya. "Lacazette berada dalam tekanan berat. Dia harus meningkatkan performanya atau keluar pada akhir musim nanti."

    Lacazette sebenarnya sempat tampil cukup bagus pada awal musim. Namun dalam 12 laga terakhir pemain asal Prancis tersebut mendapatkan sorotan karena hanya mampu mencetak satu gol. Dia telah mencetak total sembilan gol dari 28 laga di semua kompetisi.

    Faktanya, Lacazette memang langsung menjadi pemain cadangan setelah kehadiran Aubameyang. Dalam laga melawan Everton pekan lalu, Aubameyang bahkan langsung mencetak gol perdana untuk Arsenal. Petit pun menilai hal itu merupakan pembuktian bahwa dirinya lebih baik ketimbang Lacazette.

    "Setelah enam bulan, statistik Lacazette tak terlalu baik. Auba merupakan pemain yang dibutuhkan Arsenal," ujarnya.

    Arsenal akan menghadapi Tottenham Hotspur pada Sabtu besok. Aubameyang tampaknya akan kembali menjadi andalan Wenger dalam laga itu.

    MIRROR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.