Bali United Ditekuk Yangon United di Piala AFC, Apa Kata Widodo?

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemain sepak bola Bali United berlari saat sesi latihan di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, 6 Januari 2018. Foto: Johannes P. Christo

    Sejumlah pemain sepak bola Bali United berlari saat sesi latihan di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, 6 Januari 2018. Foto: Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Gianyar - Bali United dikalahkan Yangon United (Myanmar) 1-3 dalam awal Grup G Piala AFC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa, 13 Februari 2018. Meski kecewa, pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro tetap mengapresiasi perjuangan timnya.

    "Kami kalah. Dari hasil, sangat kecewa. Namun saya apresiasi (pemain) tetap berjuang," kata dia seusai pertandingan.

    Menurut Widodo kekalahan tersebut bisa menjadi pelajaran untuk evaluasi skuad asuhannya. "Belajar dari kekalahan tingkatkan kemampuan individu," ujarnya.

    Yangon United mendapatkan tiga gol di babak pertama. Gol pertama dicetak oleh Emmanuel Ikechukwu di menit ke-15. Bali United semakin tertinggal ketika sundulan Sekou Sylla di menit ke-17 tak mampu digagalkan oleh kiper Made Wardana. Sekou Sylla kembali menambah keunggulan di menit ke-24.

    Bali United hanya bisa memperkecil ketinggalan menjelang akhir babak pertama, setelah Gede Sukadana meneruskan umpan dari Miftahul Hamdi.

    Babak kedua Bali United tak mampu memperkecil ketinggalan. Kesempatan emas dari titik penalti gagal dimanfaatkan Kevin Brands menjadi gol di menit ke-81. Sepakan Brands karena melebar ke kanan gawang Yangon United.

    Pelatih Yangon United Myo Min Tun mengatakan skuad asuhannya bermain fokus saat mengalahkan Bali United. "Pertandingan yang penting. Tim saya bermain bagus saat di 30 menit (babak pertama)," katanya. "Bali United tim kuat saya senang bisa menang."


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Deretan Kasus Abu Bakar Baasyir, dari Radikalisme ke Terorisme

    Abu Bakar Baasyir dikabarkan akan mendapatkan status bebas. Ini kasus-kasus hukum terkait radikalisme dan terorisme yang menimpa Abu Bakar Baasyir.