Liga Champions: Barcelona adalah Total Football + Messi, Chelsea?

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Barcelona, Lionel Messi. (REUTERS/Vincent West)

    Pemain Barcelona, Lionel Messi. (REUTERS/Vincent West)

    TEMPO.CO, Jakarta - Chelsea melawan Barcelona pada Liga Champions di Stamford Bridge, London, Rabu dinihari nanti, 21 Februari 2018, adalah pertemuan dua tim dengan pola berbeda. Barcelona membawa tradisi dan ciri khas sepak bola yang kuat. Adapun Chelsea adalah tim yang berkembang besar setelah saham mayoritasnya dibeli konglomerat Rusia, Roman Abramovich, sejak 2003.

    Barcelona membangun pola dasar aliran permainan yang kuat sejak duet Belanda, Rinus Michel dan Johan Cruyff, datang ke ibukota Catalan itu periode 1973. Presiden klub, pelatih, bintang-bintang pemain boleh datang silih-berganti dari masa ke masa. Tapi, bermain sepak bola bagi mereka adalah harus menekan, menyerang, membuka ruang, dan menguasai bola sepanjang waktu.

    Jejak-jejak revolusi sistem permainan total football, yang lahir pada periode 1970-an dan dibawa dari Ajax Amsterdam ke tim nasional Belanda lantas ke ibukota Catalan itu, terus melekat dengan berbagai variannya.  Menang atau kalah, juara atau tersingkir, itulah mereka.

    Sejak 2004, ciri khas mereka bertambah, yaitu bahwa Barca adalah permainan sepak bola terbuka dan Lionel Messi. Penyerang fantastis dari Argentina yang mengawali karier di Barcelona sejak tim junior itu adalah merek Barca. Citranya yaitu Lionel Messi adalah “dewa penolong” Barcelona. Bersama Messi, apapun bisa dilakukan Barca.  

    Barcelona membangun tradisi dan merek yang kuat dan jelas dengan dua faktor tersebut. Dan, selama ini, mereka lebih banyak meraih sukses.

    Sedangkan Chelsea adalah tim yang berhasil direvitalisasi sehingga menjadi tumbuh seperti raksasa oleh Abramovich. Bila Michels, mendiang pelatih asal Belanda yang legendaris, menggunakan Cruyff sebagai aktornya, saudagar Rusia itu memakai pelatih asal Portugal, Jose Mourinho, sebagai aktor utama membangkitkan Chelsea di Inggris mulai periode 2004-2005.

    Ada saatnya tim dengan tradisi dan filosofi sepak bola yang begitu kuat, serta pemain begitu fantastis, dalam diri Lionel Messi, seperti Barcelona, bisa dikalahkan tim yang bermain lebih efektif dan cerdik. Itu juga pernah dilakukan Chelsea kepada Barcelona pada semifinal Liga Champions 2012, misalnya.

    Di Chelsea, gaya dan filosofi permainan bisa berubah, demikian juga gaya kepelatihan, serta boleh tak punya bintang sefenomenal Messi. Tapi, yang penting, bagaimana mereka bisa memenangi pertarungan. Meski untuk itu, kalau perlu memarkir sebagian pemain di depan gawang mereka.

    Di Stamford Bridge, Rabu dinihari nanti, dalam laga Liga Champions, tersaji pertarungan dua tim yang memiliki citra, merek, dan gaya yang sangat berbeda. Barcelona lebih diunggulkan, tapi keindahan tak mutlak membawa kemenangan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?