Piala Gubernur Kaltim: Sriwijaya FC Harus Rotasi Pemain di Final

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Sriwijaya FC Patrich Wanggai (bawah) merayakan gol yang dicetaknya bersama rekannya Zalnando (atas). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Pemain Sriwijaya FC Patrich Wanggai (bawah) merayakan gol yang dicetaknya bersama rekannya Zalnando (atas). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Palembang - Sriwijaya FC akan menghadapi Arema FC dalam final turnamen Piala Gubernur Kaltim 2018 Stadion Palaran Samarinda Kalimantan Timur, Ahad malam.

    Presiden Sriwijaya FC, Dodi Reza Alex, optimistis timnya bisa menjadi juara. "Kami ingin memastikan kemenangan itu tinggal selangkah lagi," kata Dodi Reza, Sabtu, 3 Maret 2018.

    Menurut Dodi kemenangan atas Borneo di semifinal tidak semata unggul taktik dan strategi dari pelatih Rahmad Darmawan. Hasil itu juga berkat doa dan dukungan semua pihak dan tentunya perjuangan luar biasa dari anak-anak di Sriwijaya FC.

    Menurut dia, keberhasilan melaju ke final merupakan kesempatan tim untuk menunjukkan kesiapan mereka di kompetisi liga 1. "Kembali kami mohon dukungannya suporter dan warga Sumsel dimanapun," ujar Dodi.

    Pelatih Rahmad Darmawan mengakui tugas asuhannya cukup berat pada partai final nanti. Selain akan bertemu dengan Arema yang merupakan salah satu tim besar, Rahmad menilai kondisi fisik asuhan mulai kelelahan.

    Para pemain Laskar Wong Kito terkuras selama 120 menit pada babak semifinal menghadapi Borneo FC. Mereka juga baru saja lepas dari babak penyisihan grup dengan intensitas laga yang tinggi.

    Rahmad mengakui akan memutar otak untuk mencari racikan terbaik bagi Sriwijaya FC yang diperkuat oleh sejumlah pemain top nasional dan mancanegara itu. "Berbeda dengan Arema yang lebih pajang waktu istirahatnya.Makanya harus ada rotasi," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?