Arsenal dibungkam Brighton, Wenger Tetap Tak Mau Mundur

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Arsenal Arsene Wenger memasuki lapangan jelang bertanding melawan Stoke City dalam Liga Primer Inggris di stadion Stoke-on-Trent, Inggris, 19 Agustus 2017. REUTERS

    Pelatih Arsenal Arsene Wenger memasuki lapangan jelang bertanding melawan Stoke City dalam Liga Primer Inggris di stadion Stoke-on-Trent, Inggris, 19 Agustus 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajer Arsenal, Arsene Wenger, berkeras bahwa dirinya merupakan orang yang tepat untuk mengarsiteki klub tersebut meskipun mereka baru saja menelan kekalahan keempat secara beruntun di semua kompetisi. Wenger menunjuk pengaturan laga kompetisi domestik Inggris sebagai biang kerok melorotnya performa Arsenal.

    Arsenal dibungkam Brighton and Halve Albion dengan skor 2-1 pada laga Ahad malam tadi. Sebelumnya mereka dua kali dibungkam Manchester City, pada final Piala Liga dan Liga Inggris, serta kalah dari Ostersund pada ajang Liga Eropa.

    Wenger mendapatkan desakan mundur sepanjang laga melawan Brighton. Sejumlah suporter Arsenal membentangkan poster agar pria asal Prancis itu segera hengkang.

    Meskipun demikian, dia menilai bahwa dirinya masih sebagai orang yang tepat untuk menangani Arsenal. Menurut dia, anjloknya perfoma skuad Meriam London karena pengaturan jadwal yang tak baik.

    "Saya memahami rasa frustasi dari suporter itu," ujarnya usai pertandingan. "Apa yang bisa saya katakan, laga final Piala Liga berada di tengah musim dan itu membuat kesulitan jika anda tak memenangkannya. Itu memberikan banyak dampak negatif."

    "Di atas itu semua, jadwal laga tundaan pada Kamis malam (melawan Manchester City) tak membantu kami untuk bisa berkompetisi hari ini. Efek negatif dari kekalahan di babak final plus fakta bahwa kami tak berada dalam posisi yang fantastis di liga, menghantam kami dengan keras."

    "Apakah saya masih orang yang tepat? Ya, karena saya sudah melakukan ini sebelumnya. Saya percaya kualitas dari seorang manajer adalah bagaimana dia bisa memperpendek krisis. Saya percaya saya bisa melakukan itu," lanjutnya.

    Kekalahan atas Brighton itu membuat Arsenal kini semakin jauh dari zona Liga Champions. Mereka hanya mengumpulkan 45 angka dari 29 pertandingan atau tertinggal 13 angka dari Tottenham Hotspur yang kini berada di peringkat ke-4.

    THE GUARDIAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.