Minggu, 22 April 2018

Liga 1: Arema FC Vs Persib Ricuh, Kemenpora Siap Dekati Suporter

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi saat berdiskusi di kantor Tempo, Jakarta, 4 April 2018. TEMPO/Fardi Bestari

    Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi saat berdiskusi di kantor Tempo, Jakarta, 4 April 2018. TEMPO/Fardi Bestari

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga meminta agar ada tindakan tegas yang diambil terkait dengan insiden kerusuhan suporter Arema FC versus Persib Bandung dalam Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Ahad, 15 April 2018. Dalam pertandingan itu, suporter Arema merangsek masuk ke lapangan beberapa saat sebelum peluit akhir ditiup wasit.

    Selain menyebabkan pertandingan terpaksa dihentikan lebih cepat, insiden ini mengakibatkan sejumlah ofisial, pemain, dan pelatih Persib Bandung terluka. Sejumlah petugas keamanan dan sebagian suporter pun ikut terluka.

    "Kami agak rada menyalahkan pihak tuan rumah. Kenapa tak bisa menjamin tamunya itu dengan tingkat keamanan yang baik. Ini jadi pelajaran bagi yang lain," kata Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewa Broto saat ditemui di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 16 April 2018.

    Gatot mengatakan regulasi telah mengatur soal kewajiban tuan rumah menjamin keselamatan dan kenyamanan tim tamu. Ia pun menyayangkan aparat keamanan yang ada di lokasi.

    "Kalau aparat tegas dan enggak pandang bulu, entah antara kepentingan tuan rumah atau tamu, hal seperti itu bisa dihindari," ujarnya.

    Terkait dengan suporter, Gatot juga menyayangkan sikap yang ditunjukkan pada Ahad malam lalu. Selain berakibat pelatih Persib Bandung, Mario Gomez, terluka, sejumlah flare dan pelemparan botol juga dilakukan suporter.

    Gatot pun mengatakan akan kembali mendekati suporter untuk mengajak mereka bersikap lebih bijak. Ia menuturkan langkah ini pernah dilakukan sebelumnya dan membawa dampak cukup positif. Meski begitu, kata dia, sanksi tetap tak bisa dihindari.

    "Kepada PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) dan operator PT LIB ataupun Komdis (Komisi Disiplin), tolong, dong, ambil sikap tegas. Kalau tak tegas, ini jadi preseden buruk bagi pertandingan-pertandingan berikutnya," ucapnya.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Kartini, Shahnaz Haque Berpesan Wanita Harus Seperti Kucing

    Inilah petuah selebritas Shahnaz Haque, atlet bulu tangkis Greysia Polii, dan peneliti laser Maria Margaretha Suliyanti untuk Hari Kartini 2018.