Rabu, 18 Juli 2018

Ini Alasan PT Liga Putuskan Laga Arema Vs Persib Selesai

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persib Bandung, Ezechiel Ndouasel (kiri) berebut bola dengan pesepakbola Arema FC, Johan Al Farisyi (kanan) dalam pertandingan GO-JEK Liga I di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Minggu (15/4/2018). Skor di akhir babak pertama 1-1. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

    Persib Bandung, Ezechiel Ndouasel (kiri) berebut bola dengan pesepakbola Arema FC, Johan Al Farisyi (kanan) dalam pertandingan GO-JEK Liga I di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Minggu (15/4/2018). Skor di akhir babak pertama 1-1. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.CO, Jakarta - Operator pelaksana Liga 1 Indonesia, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), memutuskan laga Arema FC vs Persib Bandung telah selesai meski pertandingan dihentikan sebelum waktu habis. Dalam laga yang terjadi pada Ahad, 15 April lalu, wasit harus menghentikan laga pada menit akhir pertandingan karena suporter merangsek masuk ke lapangan.

    Status pertandingan yang sempat terhenti akhirnya diputuskan telah selesai dengan skor akhir 2-2. Pertandingan hanya menyisakan waktu sekitar satu menit ketika dihentikan.

    Baca juga: Pertandingan Arema Vs Persib Dikacaukan Penonton

    "Kami kan ada laporan dari wasit dan dari match commissioner buat kita pertimbangkan. Dari segi waktu pun, kalau dilanjutkan pun tak terlalu berpengaruh ke hasil pertandingan," kata Chief Operating Officer PT LIB Tigorshalom Boboy saat dikonfirmasi Tempo, Senin, 16 April 2018.

    Tigor mengatakan putusan PT LIB ini sudah sesuai dengan regulasi kompetisi. Pasal 12 ayat 1 C dan 1 D regulasi tersebut menyebutkan, jika terjadi force majeure, termasuk kericuhan penonton, status pertandingan akan diputuskan LIB.

    Sebenarnya pertandingan sempat akan dilanjutkan. Namun akhirnya wasit memutuskan menghentikan laga. "Kondisinya memang kemarin tak memungkinkan untuk dilanjutkan. Walaupun kita tahu wasit pun posisinya sudah mau melanjutkan. Tapi kemudian ada serangan yang lebih besar lagi dengan penonton masuk ke lapangan," ujar Tigor.

    Tigor menuturkan telah menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia. Ia memastikan sanksi akan dijatuhkan kepada sejumlah pihak terkait.

    "Jelas ada pelanggaran disiplin di situ. Kita buat laporan dari match commissioner. Ada rekaman pula," ucapnya.

    Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, itu terjadi pada akhir laga. Penonton menerobos pagar dan masuk ke lapangan. Penyalaan flare dan pelemparan botol minum juga terjadi. Selain melukai penonton lain dan aparat keamanan, kerusuhan juga melukai sejumlah ofisial, pemain, dan pelatih tim tamu, Persib Bandung.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Musim Berburu Begal Saat Asian Games 2018 di Jakarta

    Demi keamanan Asian Games 2018, Kepolisian Daerah Metro Jaya menggelar operasi besar-besaran dengan target utama penjahat jalanan dan para residivis.