Kamis, 16 Agustus 2018

Berfoto Bareng Erdogan, Ozil dan Gundogan Menuai Badai Kritikan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Turki Tayyip Erdogan (kedua dari kanan) berfoto bersama dengan Ilkay Gundogan (kiri), Mesut Ozil (kedua kiri), dan pemain Everton Cenk Tosun di London, Inggris, Minggu, 13 Mei 2018. Gundogan dan ozil adalah pemain Timnas Jerman berdarah Turki, sedangkan Tosun striker Timnas Turki. Reuters

    Presiden Turki Tayyip Erdogan (kedua dari kanan) berfoto bersama dengan Ilkay Gundogan (kiri), Mesut Ozil (kedua kiri), dan pemain Everton Cenk Tosun di London, Inggris, Minggu, 13 Mei 2018. Gundogan dan ozil adalah pemain Timnas Jerman berdarah Turki, sedangkan Tosun striker Timnas Turki. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua pemain Timnas Jerman, Mesut Ozil dan Ilkay Gundogan, dikritik karena berfoto bersama Presiden Turki Tayyip Erdogan. Gelandang Arsenal dan Manchester City itu dituduh melanggar nilai yang diusung sepakbola Jerman

    Ozil dan Gundogan, yang berdarah Turki, bertemu dengan Erdogan di kedutaan besar Turki di London, Inggris, pada Minggu, 13 Mei 2018. politikus itu datang ke Inggris untuk bertemu Perdana Menteri Inggris Theresa May. Saat itu hadir pula striker Everton asal Turki, Cenk Tosun.

    Ozil dan Gundogan memberi sang Presiden sebuah jersey bertanda tangan. Ketiga pemain itu juga berfotot bersama, yang diunggah dalam akun resmi Instagram Ozil, juga dipublikasikan partai Erdogan, AK Party.

    Foto-foto itu kemudian memicu badai kritik, termasuk dari Asosiasi sepakbola Jerman (DFB) dan sejumlah anggota parlemen Jerman. Terutama karena Erdogan dianggap tidak cukup menghormati nilai-nilai Jerman.

    Pelatih Joachim Low sempat ditanya soal foto itu saat mengumumkan skuad Jerman, Senin. Ia membela keduanya.

    Low menyatakan tidak ada keinginan kedua pemain tersebut masuk ke dalam ranah politik berkaitan dengan pemilihan presiden Turki yang dijadwalkan berlangsung bulan depan. "Dari sisi federasi, jelas tindakan mereka tidak menguntungkan. Ketika Anda bermain untuk Jerman, Anda mewakili nilai-nilai Jerman," kata Low.

    Erdogan diketahui merupakan fan berat sepak bola dan saat muda dia sempat bermain untuk klub semi-profesional. Di bawah pemerintahannya, Turki diketahui telah melakukan tindakan refresif terhadap para pendukung kudeta militer yang gagal pada Juli 2016. Turki telah menutup banyak media, menahan 160 ribu orang, dan memecat pegawai negeri dalam jumlah yang nyaris sama. Erdogan berdalih tindakan itu diperlukan untuk alasan keamanan.

    Presiden DFB Reinhard Grindel mengatakan bahwa lembaga yang dipimpinnya menghargai latar belakang pemain yang merupakan imigran. "Tetapi sepak bola dan DFB berdiri untuk nilai yang kurang dihormati Tuan Erdogan," kata dia. "Karena itu, bukan hal bagus pemain timnas kami membiarkan diri mereka digunakan untuk taktik kampanye. Ini jelas tdak membantu upaya integrasi DFB."

    Koordinator tim DFB, Oliver Bierhoff, menyatakan tak meragukan komitmen Ozil dan Gundogan untuk timnas Jerman. "Mereka tidak menyadari simbolisasi foto-foto ini, tetapi kami tidak bisa mendukungnya, dan kami akan membicarakan hal ini kepada pemain," kata mantan pemain timnas Jerman itu.

    Di tengah sorotan itu, Gundogan menyatakan bahwa ia dan Ozil tidak memiliki niat untuk melibatkan diri ke ranah politik. "Bukan niat kami untuk membuat pernyataan politis dengan foto ini, apalagi sebagai kampanye. Sebagai pemain timnas Jerman, kami menjunjung nilai DFB dan menyadari tanggung jawab kami," kata dia.

    REUTERS | ESPNFC | SKY SPORTS


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI dan Buah Pikir Ma'ruf Amin, Calon Wakil Jokowi

    Beberapa buah pikiran Ma'ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia pilihan Jokowi untuk menjadi wakilnya, yang mengundang komentar publik.