Minggu, 21 Oktober 2018

Terus Dikritik, Sam Allardyce Tinggalkan Everton

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sam Allardyce. Foto:telegraph.co.uk

    Sam Allardyce. Foto:telegraph.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Sam Allardyce meninggalkan posisinya sebagai manajer Everton, Rabu 16 Mei 2018, setelah menangani klub itu selama enam bulan.

    Baca: Rooney Tinggalkan Everton, Gabung ke Klub MLS DC United

    Mantan manajer tim nasional Inggris berusia 63 tahun itu sebenarnya menandatangani kontrak sampai Juni 2019 ketika menggantikan Ronald Koeman yang dipecat November lalu.

    Everton menempati urutan ke-13 dari 20 tim Liga Primer Inggris ketika Allardyce tiba. Mereka lantas finis pada akhir musim ini di urutan kedelapan.

    Allardyce mendapat kritikan keras dari suporter Everton karena gaya manajerial dan tiper permainan yangi dikembangkannya. Pihak klub masih sempat membelanya dengan hal itu sebagai rencana jangka panjang tim.

    Sedangkan mantan manajer Hull City dan  Watford, Marco Silva, menjadi calon utama pengganti Allardyce. Pelatih asal Portugal berusia 40 tahun ini sebenarnya menjadi pilihan dari pemilik klub Everton, Farhad Moshiri, ketika ia memecat Koeman.

    Ketua Eksekutif Everton, Denise Barrett-Baxendale, mengucapkan terima kasih kepada Allardyce. “Sama ditarik pada masa sulit musim lalu dan membawa kestabilan. Kami sangat berterima kasih pada apa yang dilakukannya,” kata Baxendale.  

    “Tapi, kami sudah membuat keputusan itu, sebagai bagian dari rencana jangka panjang kami. Kami akan menunjuk manajer baru musim panas ini,” Baxendale melanjutkan.

    Baca: Klasemen Akhir Liga Inggris: Man City Buat Rekor, Liverpool Lolos

    Dalam liga musim ini, Everton menang 10 kali, kalah enam, dan seri delapan kali di bawah asuhan Allardyce. Pada partai terakhir, mereka dikalahkan West Ham 3-1.

    BBC | ESPN


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Kematian 10 Penentang Presiden Rusia Vladimir Putin

    Inilah 10 orang yang melontarkan kritik kepada Presiden Vladimir Putin, penguasa Rusia. Berkaitan atau tidak, mereka kemudian meregang nyawa.