Minggu, 21 Oktober 2018

Liga 1: Main di PTIK, Bhayangkara FC Menjelma Jadi Jago Kandang

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bhayangkara FC. (liga-indonesia.id)

    Bhayangkara FC. (liga-indonesia.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kandang baru Bhayangkara FC, Stadion Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta, menjadi tempat angker bagi tim lawan. Sejak bermain di kandang barunya itu, tim juara bertahan itu mampu terus menang.

    Bhayangkara mengalahkan Mitra Kukar 1-0 di kandangnya itu dalam lanjutan Liga 1, Kamis, 17 Mei 2018. Gol tunggal di laga itu dicetak Mohammad Hargianto.

    Pada laga kandang sebelumnya di pekan ketujuh, yang jadi laga kandang perdama mereka, Bhayangkara mengalahkan PS Tira 4-2.

    Pelatih Bhayangkara FC Simon McMenemy mengatakan tim lawan sulit bermain di Stadion PTIK karena perbedaan kondisi lapangan. "Lapangan di sini berbeda dari stadion-stadion lainnya, sedikit lebih berat karena mengandung pasir," ujar Simon di Jakarta, Kamis.

    Pelatih asal Skotlandia itu melanjutkan, Bhayangkara FC sendiri masih terus beradaptasi dengan stadion tersebut. "Itulah mengapa kami selalu berlatih di stadion ini agar para pemain semakin terbiasa," tutur Simon.

    Ia menilai stadion ini cocok untuk timnya. "Teriakan dukungan suporter bisa terdengar lebih jelas. Manajemen telah bekerja keras mengembangkan stadion ini dan kami berharap semakin banyak kemenangan yang kami raih di sini," tutur Simon.

    Saat melawan Mitra Kukar, Bhayangkara menang berkat gol yang berasal dari umpan bola mati. "Kami sudah mengetahui gawang Mitra Kukar sulit dibobol melalui permainan terbuka," ujar Simon.

    Berkat kemenangan atas Mitra Kukar, Bhayangkara FC naik ke posisi kedelapan klasemen dengan nilai 12.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Kematian 10 Penentang Presiden Rusia Vladimir Putin

    Inilah 10 orang yang melontarkan kritik kepada Presiden Vladimir Putin, penguasa Rusia. Berkaitan atau tidak, mereka kemudian meregang nyawa.