Kamis, 16 Agustus 2018

Terungkap, Blunder Karius di Liga Champions karena Gegar Otak

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Momen saat kiper Liverpool, Loris Karius gagal menyelamatkan gawangnya dari tendangan pemain Real Madrid, Gareth Bale dalam final Liga Champions di stadion NSC Olympic, Ukraina, 26 Mei 2018. AP Photo/Darko Vojinovic

    Momen saat kiper Liverpool, Loris Karius gagal menyelamatkan gawangnya dari tendangan pemain Real Madrid, Gareth Bale dalam final Liga Champions di stadion NSC Olympic, Ukraina, 26 Mei 2018. AP Photo/Darko Vojinovic

    TEMPO.CO, Jakarta - Kiper Liverpool, Loris Karius, melakukan blunder sebanyak dua kali yang membuat timnya dikalahkan Real Madrid di final Liga Champions, 26 Mei lalu. Ternyata tampilan buruk itu dipengaruhi oleh kondisi fisiknya yang menderita gegar otak.

    Kesimpulan itu disampaikan dokter Amerika Serikat yang merawat Karius. "Setelah dengan cermat meninjau ulang video pertandingan dan mengintegrasikan sejarah mendetail, termasuk laporannya saat ini dan gejala langsung pascakontak, pemeriksaan fisik, serta metrik obyektif, kami menyimpulkan bahwa Karius menderita gegar otak saat pertandingan itu berlangsung," kata Dr Ross Zefonte dan Lenore Herget dalam pernyataan yang dirilis Rumah Sakit Umum Massachusetts, Senin, 4 Juni 2018.

    Baca: Liverpool FC: Loris Karius Bicara Kesalahan dan Penyesalannya

    Lima hari seusai final Liga Champions, yang dimenangi Madrid 3-2, Karius dikirim Liverpool untuk menemui para spesialis di rumah sakit tersebut. Ia menjalani pemeriksaan menyeluruh.

    Para dokter pun menemukan beberapa kelainan pada pemain itu. "Sisa gejala utama dan tanda-tanda obyektif Karius mengindikasikan adanya disfungsi spasial visual dan kelihatannya terjadi segera seusai kejadian itu. Gejala tambahan dan disfungsi area-area tertentu juga terjadi. Defisit-defisit seperti itu dapat saja mempengaruhi penampilannya."

    Baca: Kalah di Liga Champions, kiper Liverpool Loris Karius dapat ancaman Pembunuhan

    Para dokter tidak memberi indikasi kapan atau bagaimana gegar otak itu terjadi, meski tayangan-tayangan televisi memperlihatkan bek Real Madrid, Sergio Ramos, menubruk Karius pada awal babak kedua.

    Tidak lama setelahnya, lemparan Karius dapat dicegat Karim Benzema untuk membawa Real Madrid memimpin. Gareth Bale mencetak gol kedua yang tidak dapat dihentikan sebelum penyerang Wales itu mencetak gol ketiga Madrid dengan sepakan jarak jauh yang menyusup melewati tangan Karius.

    Baca: Efek Final Liga Champions, Liverpool Incar Kiper Baru

    Karius yang putus asa meminta maaf kepada para penggemar Liverpool atas kesalahannya. Namun ia mendapat kritik tajam dan pelecehan daring.

    Para dokter menuturkan kondisi Karius, 24 tahun, telah membaik sejak insiden. "Kami berharap, dengan perawatan dan diikuti protokol aktif yang ditentukan, ia akan terus membaik," kata mereka. "Kami mendorong kewaspadaan dan penekanan pada keselamatan, agar ia dapat kembali beraktivitas penuh."


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Kabinet Kerja Jokowi, 6 Menteri Nyaleg, 1 Mundur

    Asman Abnur dari PAN dan enam menteri Kabinet Kerja Jokowi mendaftarkan diri sebagai calon anggota legislatif sejak KPU membuka pendaftaran.