Kamis, 18 Oktober 2018

Perusahaan Israel Minta Argentina Dicoret dari Piala Dunia 2018

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Argentina Giovanni Lo Celso dan Lionel Messi. (AP Photo/Natacha Pisarenko)

    Pemain Argentina Giovanni Lo Celso dan Lionel Messi. (AP Photo/Natacha Pisarenko)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembatalan laga uji coba antara Timnas Argentina dan Israel masih berbuntut. Perusahaan Israel yang jadi penyelenggara pertandingan itu, Comtec Grup, akan mengadu ke badan sepak bola dunia (FIFA) dan meminta agar Argentina dicoret dari Piala Dunia 2018.

    Laga uji coba itu sedianya akan digelar di Yerusalem Sabtu besok. Pertandingan itu merupakan bagian dari persiapan Argentina menghadapi Piala Dunia 2018. Namun karena diselenggarakan di lokasi yang masih jadi konflik, pelaksanaannya menuai protes.

    Baca: Ketika Messi dan Argentina Terjepit Konflik Israel Vs Palestina

    Palestina menuding Argentina telah membiarkan dirinya jadi alat politik Israel. Mereka pun mengancam akan membakar foto dan kaos Lionel Messi bila pemain itu tampil di laga uji coba tersebut.

    Argentina kemudian memutuskan membatalkan uji coba itu pada Rabu lalu. Mereka memilih mengganti uji coba itu dengan latihan di Barcelona, Spanyol.

    Israel tak puas. Mereka menyebut Palestina telah melakukan "teror sepak bola" membuat pertandingan itu dibatalkan. Comtec Grup, yang didukung oleh Federasi Sepak Bola Israel, akhirnya memutuskan untuk mengadu ke FIFA karena merasa dirugikan dengan pembatalan itu.

    Baca: Laga Argentina Vs Israel Batal, Palestina: Terima Kasih Messi Cs

    Comtec mengaku sudah membayar US$ 2 juta kepada Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA). Seluruh tiket untuk laga uji coba tersebut sudah habis terjual. Karena itu perusahaan itu yang berdiri sejak 1982 itu meminta FIFA mencoret Argentina dari Piala Dunia karena menganggap negara itu sudah melakukan "diskriminasi keagamaan".

    Sementara itu, pandangan di dalam negeri Israel sendiri terpecah terkait pembatalan laga uji coba itu. Sejumlah pejabat tinggi negara, seperti Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman, menuding Argentina telah tunduk pada desakan suporter teroris pendukung anti-semit.

    Baca: Lionel Messi: Argentina Bukan Favorit di Piala Dunia 2018

    Namun muncul pula pihak yang menganggap bahwa Menteri Olahraga dan Kebudayaan Israel, Mirian Regev, ikut bersalah dalam kasus itu. Sang Menteri dinilai telah melakukan politisasi sepak bola dengan memindahkan lokasi pertandingan dari Haifa ke Yerusalem. Padahal, saat ini pemindahan ibu kota Israel ke Yerusalem masih mendapat tentangan dari dunia internasional.

    Yitzhak Herzog, anggota Partai Buruh, antara lain menyebut langkah Regev itu sebagai "gol bunuh diri yang spektakuler'. Sedangkan Ketua Partai Buruh, Avi Gabbay, meminta menyerukan dilakukan investigasi atas Regev terkait kecurigaan korupsi yang dilakukannya. Regev kemudian membalas komentar itu dengan menyebut dua anggota Knesset itu sebagai "kuda troya yang membantu teroris."

    Argentina sendiri dipastikan tidak akan melakukan uji coba lagi setelah laga melawan Israel dibatalkan. Mereka selanjutnya akan menjalani pertandingan pertama Piala Dunia 2018 melawan Islandia pada Sabtu, 16 Juni 2018, pukul 20 00 WIB.

    TELESURTV


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta Peluru Nyasar dari Pistol Glock 17 yang Menembus Gedung DPR

    Inilah fakta-fakta peluru nyasar, dari Glock 17, yang menembus jendela jendela gedung DPR di lantai 13 dan 16 Gedung DPR pada Senin, 15 Oktober 2018.