Jumat, 17 Agustus 2018

Jadwal Piala Dunia 2018: Hari Ini Pembukaan, Rusia Vs Arab Saudi

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Timnas Rusia.  (AP Photo/Dmitri Lovetsky)

    Timnas Rusia. (AP Photo/Dmitri Lovetsky)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertandingan timnas Rusia melawan Arab Saudi akan menjadi pembuka Piala Dunia 2018, Kamis, 14 Juni. Pertandingan Grup A akan digelar di Stadion Luzhniki, Moskow, yang berkapasitas 80 ribu penonton.

    Berikut sejumlah fakta terkait dengan laga ini serta siaran langsungnya:

    - Pertandingan akan dipimpin wasit Nestor Pitana asal Argentina.

    - Tuan rumah Rusia memasuki Piala Dunia sebagai peringkat terendah dari 32 tim yang berpartisipasi dalam turnamen saat tim tersebut duduk di posisi ke-70 di peringkat FIFA, sementara Arab Saudi tiga tempat di atasnya di posisi ke-67.

    - Rusia terakhir maju melewati babak penyisihan grup Piala Dunia pada 1986 ketika menjadi bagian dari tim nasional Uni Soviet. Sedangkan penampilan Arab Saudi di babak 16 besar datang pada 1994.

    - Arab Saudi memenangi dua pertandingan pemanasan sebelum kalah tiga kali berturut-turut. Yang terakhir adalah kekalahan 2-1 dari pemenang Piala Dunia 2017, Jerman.

    - Rusia terakhir memenangi pertandingan internasional pada Oktober 2017 ketika mengalahkan Korea Selatan 4-2 dalam pertandingan persahabatan.

    - Kedua tim pernah satu kali bertemu dalam pertandingan persahabatan pada 1993, yang dimenangi Arab Saudi 4-2.

    - Jadwal pertandingan awal Piala Dunia 2018:

    Kamis, 14 Juni 2018:

    Rusia vs Arab Saudi, pukul 22.00, Trans TV

    Jumat, 15 Juni 2018:

    Mesir vs Uruguay, pukul 19.00, Trans TV
    Maroko vs Iran, pukul 22.00, Trans TV

    Sabtu, 16 Juni 2018:

    Portugal vs Spanyol, pukul 01.00, Trans TV
    Prancis vs Australia, pukul 17.00, Trans TV
    Argentina vs Islandia, pukul 20.00, Trans TV


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    5 Jurus Rusia Membalas Sanksi AS Terkait Sergei Skripal

    Berikut 5 hal yang mungkin Rusia sebagai retaliasi atas sanksi dari AS terkait kasus serangan racun novichok kepada Sergei Skripal dan putrinya.