Selasa, 17 Juli 2018

Kabar dari Moskow Sebelum Rusia Menghadapi Spanyol

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pendukung timnas Rusia menggunakan kostum Mario Bros saat mendukung timnya melawan Slovakia pada pertandingan Grup B Piala Eropa di Stade Pierre-Mauroy, Lille, 15 Juni 2016. REUTERS/Gonzalo Fuentes

    Seorang pendukung timnas Rusia menggunakan kostum Mario Bros saat mendukung timnya melawan Slovakia pada pertandingan Grup B Piala Eropa di Stade Pierre-Mauroy, Lille, 15 Juni 2016. REUTERS/Gonzalo Fuentes

    TEMPO.CO, JakartaTimnas Rusia memiliki kenangan indah saat meraih kesuksesan dalam pertandingan pembukaan Piala Dunia di Stadion Luzhniki, Moskow, 14 Juni. Menjadi tim dengan peringkat terendah dari 32 peserta Piala Dunia, Rusia bisa menang telak atas Arab Saudi 5-0.

    Malam ini mereka akan kembali bermain di stadion terbesar di Rusia itu untuk menghadapi Spanyol di babak 16 besar. Rekor pertemuan keduanya memang masih dikuasai Spanyol. Enam kali main, mereka menang empat kali. Terakhir, mereka bertemu pada November tahun lalu dan bermain imbang 3-3.

    Penampilan tim tuan rumah di Piala Dunia kali ini mengejutkan publik Rusia. Ini adalah pertama kalinya dalam 32 tahun tim nasional Rusia bisa lolos ke babak 16 besar.

    Keberhasilan Sbornaya—julukan tim nasional Rusia—membuat para suporternya semakin bersemangat. Apalagi banyak kejutan yang terjadi dalam Piala Dunia ini setelah tim-tim unggulan seperti Jerman dan Argentina dikalahkan tim yang peringkatnya lebih rendah.

    Warga Rusia bersiap menyambut hari pertandingan yang berlangsung di akhir pekan. Di Yekaterinburg, misalnya, penyelenggara Piala Dunia akan menggelar berbagai acara, mulai dari nonton bareng di Fan Fest, konser musik rock, hingga berbagai kontes dan permainan yang dimulai sejak Sabtu siang. “Setiap tim nasional Rusia bermain, di sini pasti penuh,” kata Dmitri Ivanovich, seorang relawan Fan Fest.

    Rusia sempat diragukan setelah tak pernah menang dalam tujuh pertandingan sebelum Piala Dunia ini digelar. Rusia ternyata bisa mengamankan tiket ke babak 16 besar setelah meraih dua kemenangan. Meski demikian, prestasi mereka tercoreng setelah kalah telak 0-3 oleh Uruguay dalam laga terakhir penyisihan grup 25 Juni lalu.

    Peristiwa itu menjadi “mimpi buruk” bagi publik Rusia, mengingat di laga sebelumnya tim itu sebelumnya cuma menang 1-0 atas Arab Saudi. Mengalahkan Spanyol menjadi sebuah penebusan total atas permainan canggung yang membuat tim Rusia keok. “Semua orang di sini akan melupakannya jika bisa mengalahkan Spanyol,” kata warga Yekaterinburg, Boris Abolin.

    Menurut manajer tim Rusia, Stanislav Cherchesov, kekalahan 0-3 oleh Uruguay adalah pelajaran berharga bagi timnya. “Itu pertandingan sulit karena kami sendirilah yang membuatnya menjadi sulit,” kata Cherchenov seperti ditulis Championat.ru.

    Cherchenov menyatakan para pemainnya membuat beberapa kesalahan yang berdampak besar. Kondisi semakin buruk ketika mereka harus bermain dengan 10 orang setelah Igor Smolnikov mendapat kartu merah sembilan menit sebelum babak pertama selesai.

    Menurut Cherchenov, kekalahan dari Uruguay memacu para pemain untuk tampil lebih baik lagi di babak 16 besar. “Memang pahit rasanya ketika kalah,” kata dia. “Tapi di sisi lain, mendapat tamparan seperti itu sepertinya berguna.”

    Bagi Spanyol, pertandingan menghadapi Rusia justru menjadi tantangan besar. Mantan kiper tim nasional Spanyol, Iker Casillas, mengatakan Rusia tak bisa dianggap remeh.

    Casillas merujuk pada kegagalan Jerman lolos dari babak penyisihan grup setelah dikalahkan Korea Selatan, tim yang sebelumnya diprediksi bakal digilas Der Panzer. Prestasi Spanyol sendiri juga tercoreng setelah mereka hanya sekali menang dan dua kali seri. “Semua kemungkinan kini terbuka,” kata dia.

    Pertandingan ini juga menarik minat para petinggi kedua negara. Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan akan menonton pertandingan itu untuk mendukung tim nasional.

    Namun dia belum memastikan untuk datang ke Stadion Luzhniki seperti yang dilakukannya saat Rusia tampil di pertandingan pembukaan Piala Dunia.

    Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF) menyebutkan Raja Felipe VI juga akan datang ke Moskow. “Raja akan hadir di Stadion Luzhniki untuk mendukung tim nasional Spanyol di babak 16 besar Piala Dunia,” demikian pernyataan yang dirilis Federasi. Raja Felipe akan menempati tribun VIP di Stadion Luzhniki bersama Presiden RFEF Luis Rubiales.

    AP | THE MOSCOW TIMES | REUTERS | GABRIEL WAHYU TITIYOGA


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Prancis Menjadi Juara Piala Dunia 2018, Mengalahkan Kroasia

    Tim Nasional Prancis mengangkat trofi Piala Dunia 2018 setelah menekuk Kroasia dengan skor 4-2 dan menorehkan pelbagai catatan menarik.