Selasa, 17 Juli 2018

Piala Dunia 2018: Uruguay Vs Prancis, Pembalasan Didier Deschamps

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Prancis, Didier Deschamps, dan Kylian Mbappe.(AP Photo/David Vincent)

    Pelatih Prancis, Didier Deschamps, dan Kylian Mbappe.(AP Photo/David Vincent)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Prancis, Didier Deschamps, akan memiliki kesempatan meraih kemenangan pertama kalinya atas pelatih Uruguay, Oscar Tabarez. Pasalnya, dalam dua adu taktik sebelumnya, Deschamps menelan sekali kekalahan dan sekali hasil imbang.

    Kedua pertemuan Deschamps dengan Tabarez itu terjadi dalam laga persahabatan pada 2012 dan 2013. Pada pertemuan terakhir 5 Juni 2013, Prancis harus menelan kekalahan 1-0 berkat gol Luis Suarez pada babak kedua. Pada pertemuan pertama di Prancis, kedua pelatih tersebut hanya bermain imbang 0-0.

    Namun satu hal yang patut diingat adalah skuad Prancis dalam dua laga itu kini telah berubah. Hanya penjaga gawang Hugo Lloris dan penyerang Olivier Giroud yang masih dipertahankan Deschamps hingga saat ini.

    Adapun Uruguay sendiri masih banyak mengandalkan muka lama. Diego Godin, Sebastian Coates, Fernando Muslera, Luis Suarez, hingga Edinson Cavani masih menghuni skuad Tabarez.

    Deschamps memiliki kesempatan bagus membalas kekalahannya dari Tabarez. Kini dia bisa dianggap memiliki skuad yang lebih komplet. Pemain-pemain bintang bertaburan, mulai lini belakang hingga depan, dari Raphael Varane sampai Kylian Mbappe, generasi baru yang belum pernah menghadapi Uruguay.

    Apalagi para pemain muda Prancis dalam Piala Dunia 2018 sedang bersemangat. Selain Mbappe dan Varane, muncul nama Benjamin Pavard, yang mencetak satu gol ke gawang Argentina atau Corentin Tolisso, yang bersinar bersama Bayern Muenchen pada musim lalu.

    Melimpahnya pemain berkualitas seharusnya bisa membuat Deschamps lebih mudah meracik strategi. Dia bisa dengan cepat membaca permainan tim lawan dan mengubah permainan timnya dari pinggir lapangan.

    Namun Tabarez tentu lebih memiliki pengalaman. Dia merupakan salah satu pelatih yang paling dihormati di Uruguay. Hal itu tak lepas dari keberhasilan dia menyingkirkan tuan rumah Argentina, yang diperkuat Diego Maradona, pada babak semi final ajang Copa America 1989. Nahas, Uruguay kalah dari Brasil pada partai puncak.

    Tak hanya itu, Tabarez membawa Uruguay mampu lolos ke babak semi final Piala Eropa 2010 di Afrika Selatan. Dalam perjalanannya, dia menahan imbang Prancis, yang saat itu masih ditangani Raymond Domenech.

    Tabarez merupakan pelatih Uruguay yang paling banyak bertemu dengan Prancis. Dalam sejarahnya, kedua tim pernah bertemu delapan kali, empat di antaranya ketika Uruguay ditangani Tabarez. Nah, dari empat pertemuan itu, Tabarez belum pernah sekali pun kalah dari juru taktik Prancis dengan hasil satu kemenangan dan tiga kali seri.

    Dengan demikian, Deschamps tak hanya membawa misi dendam pribadi kepada Tabarez dan Uruguay. Dia juga berkesempatan menjadi orang Prancis pertama yang mengalahkan Tabarez jika memetik kemenangan dalam laga yang digelar pada Jumat, 6 Juni 2018, pukul 21.00 WIB.

    FIFA


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Prancis Menjadi Juara Piala Dunia 2018, Mengalahkan Kroasia

    Tim Nasional Prancis mengangkat trofi Piala Dunia 2018 setelah menekuk Kroasia dengan skor 4-2 dan menorehkan pelbagai catatan menarik.