Selasa, 20 November 2018

Maurizio Sarri, Dari Bankir Hingga ke Chelsea

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain sayap kanan Napoli, Jose Callejon diketahui juga tidak akan memperkuat Timnas Spanyol dalam Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Rusia besok. REUTERS/Alberto Lingria

    Pemain sayap kanan Napoli, Jose Callejon diketahui juga tidak akan memperkuat Timnas Spanyol dalam Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Rusia besok. REUTERS/Alberto Lingria

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama Maurizio Sarri mencuat sebagai kandidat kuat pengganti Antonio Conte di kursi pelatih Chelsea musim depan. Karir pria asal Napoli itu dimulai sebagai bankir.

    Sari memulai karirnya sebagai pelatih sejak tahun 1990. Sambil bekerja di salah satu bank tertua di dunia, Banca Monte dei Paschi di Siena, Sarri menangani banyak tim amatir di Italia.

    Setelah 10 tahun memiliki dua profesi, Sarri akhirnya memutuskan lapangan hijau sebagai bidang yang akan dia tekuni. Pada tahun 2000 dia menangani Tegoleto, klub di kasta keenam Liga Italia, sebagai pelatih penuh.

    Sejak saat itu hingga 2012, Sarri tercatat setidaknya menangani 10 klub. Salah satunya adalah Arezzo, menggantikan Antonio Conte yang mendapatkan pengalaman pertama sebagai pelatih.

    Empoli merupakan batu sandungan Sarri sebelum akhirnya menangani Napoli. Pada musim pertamanya, Sarri langsung membawa Empoli menduduki peringkat keempat Liga Italia Seri B dan memperoleh jatah untuk melakoni laga play-off. Namun mereka kalah dari Livorno.

    Semusim berselang, Maurizio Sarri mewujudkan impian Empoli selama enam tahun untuk naik ke Seri A. Tahun itu, Empoli menduduki peringkat kedua Seri B dan mendapatkan jatah promosi otomatis. Dia pun mampu membuat Empoli bertahan di Seri A pada musim 2014-2015.

    Pada awal musim 2014-2015, Napoli secara mengejutkan menunjuk Sarri sebagai pelatih untuk menggantikan Rafael Benitez dengan kontrak satu musim. Legenda klub tersebut, Diego Maradona, mengkritik keputusan Napoli tersebut dan menyebut Sarri sebagai pelatih medioker.

    Namun, dia mampu menjawab kritikan Maradona itu dengan membawa Napoli menjadi runner-up Liga Italia Seri A musim itu. Napoli lantas menyodorkan kontrak baru berdurasi tiga tahun.

    Di tangan Sarri, Napoli kembali menunjukan tajinya tak hanya di Liga Italia namun juga di kancah Eropa. Namun, setelah empat tahun gagal mempersembahkan satu gelar pun kepada Napoli, Sarri akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya.

    Sebagai pelatih, Maurizio Sarri disebut memiliki gaya permainan yang unik. Di Italia, gaya permainan itu disebut sebagai Sarri-ball. Dia kerap memainkan pola 4-3-3 dengan pendekatan yang mirip dengan tiki-taka ala Pep Guardiola.

    Inti dari skema permainan Sarri adalah permainan bola pendek diantara tiga pemain untuk membuat pemain belakang lawan keluar dari posisinya dan menciptakan ruang untuk rekannya yang lain bergerak bebas. Ketepatan dalam mengoper bola serta disiplin yang tinggi menjadi kunci dari permainan Napoli di bawah asuhan Sarri.

    Guardiola bahkan sempat memuji skema permainan yang diracik Maurizio Sarri saat Manchester City mengalahkan Napoli 2-1 pada babak penyisihan grup Liga Champions musim lalu. Dia bahkan menyebut Napoli sebagai salah satu tim terbaik yang pernah dia hadapi dalam karirnya sebagai pelatih.

    "Sepak bola yang dimainkan oleh Napoli musim ini bukan berasal dari dunia ini. Sarri bekerja sangat baik jika melihat permainan spektakuler Napoli," ujar Guardiola saat itu. "Jika dia melatih di Liga Primer, akan menjadi sebuah kesenangan berhadapan dengan dia."

    Kini keinginan Guardiola itu terjawab tuntas. Maurizio Sarri, meskipun belum ada pernyataan resmi, tampaknya akan menjadi kandidat kuat pengganti Antonio Conte di kursi pelatih Chelsea. Selamat Pep dan Sarri.

    DAILY MAIL| CALCIOMERCATO| FOOTBALL-ITALIA


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.