Minggu, 21 Oktober 2018

Inter Milan Inginkan Luka Modric, Real Madrid Buka Harga

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luka Modric dan keluarga (instagram.com)

    Luka Modric dan keluarga (instagram.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Real Madrid, Florentino Perez, buka suara soal ketertarikan Inter Milan terhadap gelandangnya, Luka Modric. Menurut dia, Inter bisa merekrut pemain asal Kroasia itu dengan menebus harga dalam klausa pemutusan kontraknya.

    Kepada jurnalis di Spanyol, Perez mengatakan bahwa Real Madrid tak akan membuka ruang negosiasi untuk menjual Luka Modric. Dengan begitu, satu-satunya cara si pemain hengkang dari Stadion Santiago Bernabeu adalah jika ada klub yang rela mengeluarkan dana sebesar 750 juta euro atau sekitar Rp 12,6 triliun.

    "Satu-satunya kemungkinan Modric pergi adalah dengan membayar sebesar 750 juta euro, tak kurang satu sen pun," tegas Perez seperti dilaporkan oleh media Spanyol AS.

    Isu kepindahan Luka Modric dipicu oleh media-media Italia. Pemain asal Kroasia itu sempat berlibur ke Italia pasca membawa Kroasia menjadi runner-up Piala Dunia 2018. Saat Modric berlibur itulah Inter Milan dikabarkan menggodanya untuk hengkang.

    Eks pemain Tottenham Hotspur itu sendiri masih menyisakan kontrak hingga 2020 di Real Madrid dengan klausa pemutusan kontrak senilai 750 juta euro. Dia dikabarkan mendapatkan bayaran hingga 9 juta euro atau sekitar Rp 151,2 miliar per tahunnya.

    Menurut AS, Inter Milan sebenarnya bisa mendapatkan Luka Modric dengan harga yang lebih murah. Syaratnya, mereka harus membuat si pemain menyatakan kepada pihak klub bahwa dia tak betah lagi dan ingin hengkang.

    Namun hal itu tampaknya sulit. Luka Modric dikabarkan bahagia berada di Real Madrid. Selain itu pihak Real Madrid juga tampaknya akan memberikan pesepakbola berusia 32 tahun itu kontrak baru.

    AS


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Kematian 10 Penentang Presiden Rusia Vladimir Putin

    Inilah 10 orang yang melontarkan kritik kepada Presiden Vladimir Putin, penguasa Rusia. Berkaitan atau tidak, mereka kemudian meregang nyawa.