Rabu, 21 November 2018

Arsenal akan Dibeli Kroenke dengan Tawaran Rp 11 Triliun

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stan Kroenke. AP/Jack Dempsey

    Stan Kroenke. AP/Jack Dempsey

    TEMPO.CO, Jakarta - Stan Kroenke, konglomerat olahraga Amerika Serikat dan pemegang saham mayoritas Arsenal, berniat membeli kepemilikan klub Liga Primer Inggris berjuluk The Gunners ini. Kroenke mengajukan tawaran pembelian 600 juta pound sterling atau sekitar Rp 11,24 triliun.

    Baca: Jadwal Liga Inggris Pekan Pertama, Ada Arsenal Vs Manchester City

    Nilai pengambilalihan kepemilikan Arsenal oleh Kroenke ini jika disetujui akan mencapai 1,8 miliar pound. Kroenke menegaskan ambisinya untuk melihat Arsenal bisa secara konsisten menjuarai Liga Primer Inggris dan Liga Champions Eropa.

    Baca: Ousmane Dembele di London, Pindah dari Barcelona ke Arsenal?

    Pengusaha Amerika ini sekarang memiliki saham kepemilikan sebanyak 67 persen di Arsenal. Sebanyak 30 persen saham kepemilikan lainnya dimiliki konglomerat Rusia, Alisher Usmanov, dan perusahaannya, Red and White Securities.

    Baca: Hasil dan Klasemen ICC: Arsenal Tekuk Chelsea, Lyon Menang

    Kroenke, yang bergerak melalui perusahaannya, Kroenke Sports & Entertainment (KSE), juga memiliki klub di Liga Bola Amerika Serikat (NFL), LA Rams,  klub bola basket NBA, Denver Nuggets, tim Liga Hoki Amerika (NHL), Colorado Avalanche, dan klub Colorado Rapids di Liga Sepak Bola Amerika (MLS).

    “Kami di KSE bergerak maju dengan tawaran ini yang mengarah ke 100 persen kepemilikan klub. Kami menghargai dedikasi Tuan Usmanov kepada klub sepak bola Arsenal, etos bertingkat, dan sejarah klub ini,” tulis KSE dalam sebuah pernyataannya.

    “KSE berambisi untuk klub ini agar bisa melihatnua berkompetisi secara konsisten untuk memenangi Liga Primer dan Liga Champions sebagaimana trofi-trofi utama di tim wanita senior dan usia muda,” KSE melanjutkan.

    Baca: Berita Arsenal: Ini 5 Pembelian Unai Emery dan Formasinya

    KSE mengatakan telah menerima usaha yang tidak dapat dibatalkan dari Red and White Securities untuk menerima tawaran sesegera mungkin dan dalam hal apapun sampai pukul 15.00 Selasa waktu setempat, 7 Agustus 2018.

    GUARDIAN | ESPN


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.