Edy Rahmayadi Tak Akan Lepas Jabatan Ketua PSSI, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Edy Rahmayadi yang juga Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dalam sesi foto bersama TEMPO di kantornya Jl. Merdeka Timur, Jakarta Pusat, 22 November 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Edy Rahmayadi yang juga Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dalam sesi foto bersama TEMPO di kantornya Jl. Merdeka Timur, Jakarta Pusat, 22 November 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Medan -  Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi tidak akan melepas jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI. Edy mengatakan tidak ada larangan bagi Ketua Umum PSSI untuk merangkap jabatan di posisi yang lain.

    Baca juga: Sah Jadi Gubernur, Edy Rahmayadi Belum Tentu Dukung Prabowo

    “Ketua PSSI harus mundur apabila dia meninggalkan jabatan secara tetap. Selama dia bisa melaksanakan tugas, tidak pernah ada urusannya dan itu diatur dalam kongres,” ujar Edy Rahmayadi seusai mengikuti Rapat Paripuran DPRD Sumatera Utara di Medan, Senin, 10 September 2018.

    Edy menjamin pekerjaannya sebagai Gubernur tidak akan menganggu kinerjanya sebagai Ketua Umum PSSI, seperti saat menjadi Panglima Kostrad.

    Edy mempertanyakan jika ada pihak yang mendorong dirinya untuk meletakkan jabatan di PSSI. Pasalnya saat masih menjabat Pangkostrad, tidak ada pihak yang meributkannya.  

    Meskipun begitu, Edy mengaku tidak terlalu memperdulikan desakan mundur yang ditujukan kepadanya. “Kalau itu diikuti, banyak kali yang mau jadi Ketua PSSI. PSSI bukan jabatan politik. Terus disangkutkan dengan politik sehingga muncul kata-kata Edy mau mundur,” kata Edy.

    Apalagi menurut pria kelahiran Sabang ini, dirinya telah membuat perencanaan untuk memajukan PSSI, baik kegiatan jangka pendek, menengah hingga jangka panjang.

    “Dimulai dari saya menjabat dari 2017. Kita sudah siapkan konsep sampai 2034, itu jangka panjangnya. Jangka pendeknya 10 tahun, jangka menengahnya 15 tahun,” kata Edy.

    Edy Rahmayadi bersama Musa Rajekshah dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara periode 2018-2023 pada 5 September 2018. Mereka mengalahkan duet Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus.

    IIL ASKAR MONDZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.