Selasa, 13 November 2018

Kata Keisuke Honda Setelah Kamboja Kalah di Laga Debutnya

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan pemain timnas Jepang, Keisuke Honda, memasuki lapangan untuk melatih tim nasional Kamboja di Stadion Olimpiade, Phnom Penh, Kamboja, 4 September 2018. Pada latihan perdana, Honda menginstruksikan para pemain menjalani <i>game</i> internal, kemudian memantau serta mencatat pergerakan, gaya main, dan karakteristik setiap pemain. REUTERS/Samrang Pring

    Mantan pemain timnas Jepang, Keisuke Honda, memasuki lapangan untuk melatih tim nasional Kamboja di Stadion Olimpiade, Phnom Penh, Kamboja, 4 September 2018. Pada latihan perdana, Honda menginstruksikan para pemain menjalani game internal, kemudian memantau serta mencatat pergerakan, gaya main, dan karakteristik setiap pemain. REUTERS/Samrang Pring

    TEMPO.CO, JakartaKeisuke Honda menjalani debut yang pahit bersama Timnas Kamboja. Pelatih Jepang itu harus melihat timnya takluk 1-3 dari Malaysia dalam laga persahabatan di Olimpic National Stadium, Phnom Penh, Senin, 10 September 2018.

    Kamboja sempat unggul lebih dahulu lewat gol Soeuy Visal pada menit ke-18. Tapi Malaysia bangkit dan berbalik unggul lewat Shahrul Shad (61), Syazwan Andik (74), dan Shahrel Fikri (90).

    Meski kalah Honda mengaku puas melihat tampilan timnya. "Saya kini memahami kekuatan dari tim ini," kata dia seperti dikutip Kyodo News. "Saya juga senang melihat pemain mampu menerapkan taktik yang sudah diasah dalam latihan."

    Honda berjanji akan mencari solusi lebih baik untuk laga-laga Kamboja berikutnya. "Saya bertanggung jawab atas kekalahan ini," kata dia.

    Honda, 32 tahun, dikontrak Kamboja dua tahun. Ia memimpin latihan sejak 4 September. Tugas berat pertama dia adalah di Piala AFF yang akan digelar mulai 8 November mendatang.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Ayah, Diprakarsai Bukan oleh Para Bapak

    Setiap tanggal 12 November kita memperingati Hari Ayah yang ternyata diprakarsai bukan oleh para bapak tapi oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi.