Selasa, 13 November 2018

Jamu PSIS, PSMS Medan Tanpa Roni Fatahillah di Pertahanan

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain PSMS Medan M Anthony (tengah) berusaha melewati pemain PSM Makassar pada laga kompetisi Liga 1 2018 di Stadion Teladan, Medan, Sumatra Utara, Senin (23/7/2018). ANTARA FOTO/Septianda Perdana

    Pemain PSMS Medan M Anthony (tengah) berusaha melewati pemain PSM Makassar pada laga kompetisi Liga 1 2018 di Stadion Teladan, Medan, Sumatra Utara, Senin (23/7/2018). ANTARA FOTO/Septianda Perdana

    TEMPO.CO, Medan – Menjelang laga melawan PSIS Semarang di Liga 1, tuan rumah PSMS Medan harus kehilangan salah satu pemain andalan di lini pertahanan, yaitu Roni Fatahillah. Ia harus absen karena menjalani hukuman akumulasi kartu kuning yang didapat di laga sebelumnya.

    Baca: Liga 1: Duel Penting Ayam Kinantan Vs Mahesa Jenar

    Meski menjadi salah satu pilar penting bagi timnya, namun kehilangan Roni tidak terlalu dipusingkan pelatih PSMS, Peter Butler.

    “Saya tak khawatir akumulasi. Kalau satu pemain hilang posisi karena akumulasi, itu ada satu pemain lagi masuk yang membuat tim tetap kuat,” ujar Butler saat konferensi pers di Medan pada Selasa, 11 Agustus 2018.

    Butler menyebut PSMS merupakan tim yang mengandalkan kesatuan dalam bermain, sehingga ketika ada seorang pemain yang absen, tidak akan banyak menganggu kinerja tim secara signifikan. Terpenting yang ditekankannya adalah pemain harus yakin dan percaya diri saat memulai pertandingan.

    PSMS juga disebutnya harus selalu berfokus pada kekuatan mereka sendiri. Apalagi dengan posisi saat ini yang berada di dasar klasemen. Butler menyebut anak asuhnya harus mampu menunjukkan performa maksimal dalam setiap pertandingan.

    Pemain tidak perlu takut membuat kesalahan dan tetap yakin bahwa permainan yang ditunjukkan dapat menghasilkan hasil maksimal dan perlahan-lahan mampu mengangkat PSMS dari dasar klasemen.

    Terkait laga menjamu PSIS, Butler mengakui jika pertandingan akan berjalan sulit. Musababnya, PSIS berada dalam kondisi yang tidak jauh berbeda dari PSMS, yaitu sama-sama berada di papan bawah klasemen.

    “Kita melawan tim yang kondisinya sama dengan kita, situasi sulit sama dengan PSMS. Tapi, saya selalu yakin, bagaimana kita kerja, disiplin dan selalu profesional,” papar Butler.

    Di sisi lain, mantan pelatih Persipura Jayapura tersebut juga sangat senang dan memuji anak asuhnya. Khususnya tentang kondisi fisik dan stamina pemain yang tidak menurun meski sebelumnya diberikan cuti selama 10 hari. Sehingga, ketika para pemain kembali berkumpul, tim pelatih tidak terlalu sulit untuk meningkatkan performa pemain ke tingkat maksimal.

    Butler juga tidak terlalu mempersoalkan jika selama masa jeda kompetisi, PSMS tidak pernah melakukan uji coba dengan tim yang tingkat permainannya setara.

    “Sama uji coba dengan klub Liga 1, kita tidak ada sama sekali. Tapi, saya senang bagaimana pemain kerja dan ikut program dan mereka tdak hilang banyak fitness. Jadi saya senang dengan kondisi mereka,” Butler melanjutkan.

    Baca: Tantang PSMS Medan, Jafri: Ini Pertandingan Final Papan Bawah

    Laga antara tuan rumah PSMS Medan dan PSIS Semarang akan dilangsungkan di Stadion Teladan pada Rabu, 12 September 2018. Kedua tim membutuhkan poin maksimal untuk mengangkat posisinya dari dasar klasemen.

    IIL ASKAR MONDZA


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Ayah, Diprakarsai Bukan oleh Para Bapak

    Setiap tanggal 12 November kita memperingati Hari Ayah yang ternyata diprakarsai bukan oleh para bapak tapi oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi.