Selasa, 13 November 2018

Gomez Keluhkan Perubahan Jadwal Persib Versus Arema

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persib Bandung saat berlatih. (persib.co.id)

    Pemain Persib Bandung saat berlatih. (persib.co.id)

    TEMPO.CO, Bandung - Pelatih Kepala Persib Bandung Roberto Carlos Mario Gomez mengeluhkan perubahan jadwal  pertandingan antara Persib dan  Arema FC pada pekan ke-21 Liga 1. Semula pertandingan itu bakal digelar pada pukul 18.30 WIB, tapi jadwal akhirnya dipercepat menjadi pukul 16.00 WIB.

    Baca: Kembali ke Markas Persib, Makan Konate Punya Target Pribadi

    Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), pada Kamis, 13 September 2018, itu, dipercepat lantaran alasan keamanan dari pihak Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung.

    "Saya tidak mengerti kick off ganti ya itu, karena saya tahu itu buat pengamanan dan yang lainnya, tapi seharusnya bilang lebih dulu sebelumnya," ujar Gomez usai latihan rutin di  GBLA, Kota Bandung, Selasa, 11 September 2018.

    Menurut dia, diubahnya jadwal memang tidak terlalu mengganggu persiapan skuad berjulukan Maung Bandung, tapi urusan suporter menjadi masalah lain. "Banyak fans yang sudah terlanjur beli tiket, mereka mungkin jadi tidak bisa datang karena mereka kerja," kata pelatih dari Argentina itu.

    "Persiapan tim terakhir sangat bagus karena kita siap untuk pertandingan nanti. Kita punya semua pemain dan pemain inti kita akan menanti Arema sekarang," ucap dia.

    Baca: Jadwal Persib Bandung Pekan Ke-21: Kick-off Vs Arema FC Dimajukan

    Persib kini kokoh memuncaki klasemen sementara Liga 1, dengan torehan 35 poin. Arema masih terus berjuang memperbaiki posisinya yang kini tertahan di papan bawah klasemen sementara. Arema menempati posisi ke-14 dengan torehan 25 poin saja.

    AMINUDDIN A.S.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Ayah, Diprakarsai Bukan oleh Para Bapak

    Setiap tanggal 12 November kita memperingati Hari Ayah yang ternyata diprakarsai bukan oleh para bapak tapi oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi.