Sabtu, 20 Oktober 2018

UEFA Nations League, Luis Enrique: Spanyol Butuh Satu Kemenangan

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Spanyol, Sergio Ramos merayakan gol yang telah dicetaknya ke gawang Kroasia bersama rekan-rekannya, saat bertanding dalam UEFA Nations League di stadion Manuel Martinez Valero di Elche, Spanyol, Selasa 11 September 2018. (AP Photo/Alberto Saiz)

    Pemain Spanyol, Sergio Ramos merayakan gol yang telah dicetaknya ke gawang Kroasia bersama rekan-rekannya, saat bertanding dalam UEFA Nations League di stadion Manuel Martinez Valero di Elche, Spanyol, Selasa 11 September 2018. (AP Photo/Alberto Saiz)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Spanyol, Luis Enrique, tetap mengincar kemenangan pada laga selanjutnya UEFA Nations League. Spanyol sebenarnya hanya butuh hasil imbang untuk melaju ke babak semifinal.

    Spanyol memuncaki memuncaki klasemen Liga A Grup 4 dengan raihan 6 angka setelah membungkam Kroasia 6-0 pada laga kedua Rabu dini hari tadi. Pada laga sebelumnya, mereka mengalahkan Inggris dengan skor 2-1.

    Hasil itu membuat Spanyol hanya butuh hasil imbang pada satu dari dua laga tersisa. Dengan raihan 7 angka, Spanyol tak akan terkejar oleh Inggris atau Kroasia yang saat ini masih belum mendapatkan satu angka pun.

    "Kami masih harus menang melawan Inggris atau Kroasia. Kami berada di jalur yang tepat, tetapi kami belum mencapai tujuan. Sekarang saatnya untuk terus bekerja," ujarnya usai laga melawan Kroasia.

    Spanyol masih akan menjamu Inggris pada 16 Oktober mendatang. Setelah itu mereka harus menyambangi markas Kroasia pada 16 November.

    Hanya tim teratas dari tiap grup di Liga A yang akan maju ke semifinal UEFA Nations League dan berpotensi memperebutkan trofi juara. Spanyol juga dipastikan mendapatkan satu jatah tiket play-off Piala Eropa 2020 jika mampu menjadi juara grup 4 Liga A.

    MARCA


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Kematian 10 Penentang Presiden Rusia Vladimir Putin

    Inilah 10 orang yang melontarkan kritik kepada Presiden Vladimir Putin, penguasa Rusia. Berkaitan atau tidak, mereka kemudian meregang nyawa.