Rabu, 21 November 2018

Persib Tekuk Arema FC, Ridwan Kamil: Formasi Terbaik Sejak 2014

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persib Bandung. (liga-indonesia.id)

    Pemain Persib Bandung. (liga-indonesia.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil atau Emil, memuji Persib Bandung yang sukses kembali ke puncak klasemen dengan mengoleksi 38 poin, setelah menang 2-0 atas Arema FC dalam lanjutan Liga 1 2018 di Stadion GBLA, Kamis.

    "Formasi tim terbaik yang saya lihat setelah 2014, mudah- mudahan dipertahankan, jangan banyak diubah. Salut saya buat Pak Mario Gomez, Atep masuk sekian menit langsung cetak gol," kata Ridwan Kamil usai menyaksikan pertandingan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

    Baca: Tekuk Arema 2-0, Ini Kata Pelatih Persib Mario Gomez

    Gol Persib tercipta pada menit ke-43 dari kaki Atep yang masuk menggantikan Agung Mulyadi.

    Atep sukses mencetak gol setelah memanfaatkan bola muntah hasil umpan dari Ghozali Siregar. Ini menjadi gol pertama Atep bersama Persib di ajang Liga 1 2018.

    Sementara gol kedua, sukses dicetak Bojan Malisic di babak kedua, tepat di menit ke-63. Bojan mampu memanfaatkan bola muntah hasil sundulan Jonathan Bauman. Ini pun jadi gol pertama Bojan di ajang Liga 1 2018 "Menang 2-0, posisi nomer satu, Insha Allah menang, dijaga sampai sisa pertandingan. Selesai dilantik Wali Kota Juara, mudah- mudahan hadiahnya akhir tahun Persib Juara," kata Emil.

    Secara permainan, kata Ridwan Kamisl, cukup keren, sepertinya hampir 70 persen serangan ke Arema, kiper Persib banyak menganggur. "Terutama Ezechiel bagus lah ya, menerima bola dan melakukan serangan-serangan," katanya.

    Hingga pluit panjang ditiup wasit Aprisman Aranda, tak ada gol tambahan. Persib pun mengalahkan Arema FC 2-0 pada pekan ke-21 Liga 1 2018.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.