Jumat, 16 November 2018

PSM Makassar Vs Barito Putera, Suporter Tuntut Robert Mundur

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suporter PSM Makassar menghadang bus pemain dan ofisial seusai menjalani laga melawan Barito Putera di Stadion Mattoangin Makassar, Kamis malam, 13 September 2018. Tempo/Didit Hariyadi

    Suporter PSM Makassar menghadang bus pemain dan ofisial seusai menjalani laga melawan Barito Putera di Stadion Mattoangin Makassar, Kamis malam, 13 September 2018. Tempo/Didit Hariyadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kelompok suporter PSM Makassar mendesak pelatih kepala Robert Rene Alberts mundur dari kursi kepelatihan. Itu disuarakan usai Juku Eja hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Barito Putera di Stadion Mattoangin, Kamis, 13 September 2018.

    Seusai pertandingan itu, ratusan kelompok suporter tak membiarkan para pemain dan ofisial PSM keluar dari Stadion Mattoangin. Dua bus yang digunakan Juku Eja tak bisa keluar karena kelompok suporter menghadangnya. Tak hanya itu para kelompok suporter ini juga berteriak “Robert Out”.

    “Kami tak membiarkan PSM lewat (pulang) sebelum bertemu Robert,” kata Dirjen kelompok suporter Red Gank, Asril Syam.

    Dia mengatakan bahwa Robert harus memberikan kejelasan kepada kelompok suporter, apa sebenarnya yang terjadi dalam tim. Pasalnya hampir tiga tahun menangani Juku Eja, target Robert tak pernah tercapai. “Tahun ini tak tahu PSM mau dikemanakan. Kami ingin ada pembuktian dan kepastian,” ucap dia.

    Menurutnya, penampilan tim kebanggaannya sudah tak maksimal. Karena skuad Juku Eja sudah sering kalah di kandang sendiri. “Bermain seri pun itu tak enak sekali,” tutur Asril.

    Ia pun menjelaskan tahun pertama Robert menangani PSM target masuk peringkat tiga, tapi nyatanya finis diposisi lima. Kemudia tahun kedua target juara tapi berakhir diposisi tiga. Dan tahun ini tidak jelas, ia menilai jika Robert menganggap Liga 1 ini layaknya laga uji coba. “Robert dulu tak ikut Piala Presiden karena fokus Liga 1, tapi di Liga 1 ini seperti laga uji coba,” ucap Asril. Sekarang PSM sudah peringkat tujuh klasemen sementara Liga 1.

    Karena itu ia berharap beberapa pertandingan kedepan timnya bisa menduduki puncak klasemen Liga 1. Jika tidak maka suporter akan terus menyuarakan Robert Out. “Kalau tak juara musim ini Robert harus out, tahun depan cobalah pelatih lokal saja.”

    Senada dikatakan Sadakati Sukma kelompok suporter lainnya. Dia mengungkapkan Robert harus menjelaskan kondisi tim. “Kami minta PSM mau dibawa kemana? kapan bia raih posisi atas?,” tutur Sadakati. Suporter minta komitmen dari pelatih jika tidak maka harus out dari kursi kepelatihan. “Kami sangat rindu PSM juara,” kata dia.

    Puncak kemarahan kelompok suporter usai laga berakhir melawan Barito Putera, yang berakhir. Saat itu mereka melihat Robert Alberts keluar dari banch pemain dan menari-nari, akibatnya kelompok suporter jengkel.

    Karena dikurung kelompok suporter, manajemen akhirnya memfasilitasi pertemuan itu dengan Robert Rene Alberts. Robert mengungkapkan bahwa dalam sepak bola tak ada kepastian. Oleh sebab itu ia bersama tim hanya fokus dan kerja keras agar bisa mewujudkan juara. “Kita semua mau PSM juara,” ucap Robert.

    Zulkifli Syukur, pemain PSM, menambahkan semua tim di Indonesia berpeluang juara musim ini. Karena itu ia akan bekerja dan berusaha agar bisa meraih juara. “Semua target juara bukan PSM saja,” kata Zulkifli sambil meminta agar kelompok suporter membiarkannya lewat dan keluar dari Stadion Mattoangin.

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Kalender Lengkap Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2019

    Pemerintah telah merilis jadwal soal hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2019. Sudah siap merancang kegiatan untuk mengisi libur?