Senin, 22 Oktober 2018

Timnas U-16 Indonesia Punya Peluang Tampil di Piala Dunia U-17

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Timnas U-16 Indonesia, Amiruddin Bagus. (Antara)

    Pemain Timnas U-16 Indonesia, Amiruddin Bagus. (Antara)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Timnas U-16 Indonesia Fakhri Husaini mengatakan Indonesia masih mempunyai kesempatan untuk tampil di Piala Dunia U-17. Menurut dia, impian bermain di level dunia bisa terwujud bila ada sistem pembinaan yang jelas.

    "Peluang bisa diambil di masa mendatang," kata dia di Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Rabu, 3 Oktober 2018.

    Baca: Jokowi Minta Timnas U-16 Tidak Mengubah Gaya Hidup

    Keyakinan pelatih berusia 53 tahun ini cukup beralasan. Fakhri menilai pengalaman tim asuhnya bermain di Piala AFC U-16 kemarin menunjukkan tidak ada satu tim yang mendominasi turnamen. Indonesia, bahkan bisa mengalahkan Iran yang di atas kertas lebih diunggulkan. 

    "Ini pelajaran berharga. Kami bisa petakan potensi dan peluang (menuju) Piala Dunia U-17 sungguh besar," ucap Fakhri.

    Sebelumnya, Timnas U-16 Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia U-17 tahun 2019. Timnas U-16 harus mengakui keunggulan Australia di babak perempat final Piala AFC. Padahal, setiap tim yang lolos ke semifinal Piala AFC akan mendapatkan tiket langsung ke Piala Dunia U-17.

    Baca: Piala Asia U-19: Timnas U-19 Uji Coba Vs Arab Saudi dan Yordania

    Sutan Diego Zico cs kalah 2-3 dari Australia. Indonesia sebenarnya sempat unggul lewat gol Sutan Zico. Namun setelah itu, Timnas U-16 Australia mencetak 3 gol lewat Daniel Walsh, Adam Leombruno, dan Noah Botic. Indonesia hanya bisa membalas lewat gol Rendy Juliansyah pada akhir babak kedua. 

    Ke depan, Fakhri berharap para pemangku kepentingan (stakeholder) bisa mewujudkan peta jalan atau road map sistem pembinaan bagi pemain usia muda. Menurut dia, gelar juara Piala AFF 2018 tidak lepas dari berjalannya kompetisi yang digulirkan oleh federasi sepak bola, pemerintah, dan swasta.

    Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Ratu Tisha Destria menyatakan saat ini pihaknya sudah mengubah format pembinaan tim nasional. Bila sebelumnya pembinaan dilakukan dengan pemusatan latihan (training) jangka panjang, kata dia, ke depan pola pembinaan akan mengutamakan pengalaman bermain di kompetisi.

    Baca: Ini Jadwal Uji Coba Timnas Indonesia Vs Myanmar dan Hong Kong

    "Yang dibina adalah pengalaman berkompetisi dan mental. Itu dibangun lewat jam terbang dan kompetisi berkualitas," ucap Tisha.

    Saat ini PSSI sudah mempunyai kompetisi Liga 1 Elite Pro Academy U-16 2018. Kompetisi itu bergulir pada 15 September hingga 16 Desember 2018. Sebanyak 18 tim peserta Liga 1 2018 ikut berkompetisi. Tisha berharap para pemain jebolan Timnas U-16 bisa bermain di liga tersebut dan bisa menjadi bibit agar Indonesia bermain di Piala Dunia U-17.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.