Senin, 22 Oktober 2018

Derby PSS Sleman Vs PSIM Diizinkan, tapi Tanpa Penonton

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah oknum suporter PSIM terlibat kericuhan dengan Polisi saat pertandingan Divisi Dua liga Indonesia antara PSIM Yogyakarta melawan PSS Sleman di Stadion Sultan Agung, Bantul, DI Yogyakarta, Kamis 26 Juli 2018. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

    Sejumlah oknum suporter PSIM terlibat kericuhan dengan Polisi saat pertandingan Divisi Dua liga Indonesia antara PSIM Yogyakarta melawan PSS Sleman di Stadion Sultan Agung, Bantul, DI Yogyakarta, Kamis 26 Juli 2018. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memutuskan tetap akan mengizinkan pertandingan derby DIY antara tim PSS Sleman dan PSIM Yogya dalam Liga 2 digelar tanggal 10 Oktober 2018 di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

    Baca: Polisi akan Kawal Ketat Derby PSS Sleman Vs PSIM Yogyakarta

    Hanya saja dalam laga sarat gengsi itu dipastikan tak akan bisa dihadiri oleh suporter masing-masing tim dengan pertimbangan keamanan.

    Baca: Deretan Suporter Tewas, Jangan Lagi Ada Korban Setelah Haringga

    "Untuk laga PSS dan PSIM tetap diizinkan berjalan sesuai jadwal dan lokasi, namun tanpa penonton atau pendukung dari masing masing tim," ujar Juru Bicara Polda DIY Ajun Komisaris Besar Polisi Yulianto usai pertemuan suporter PSS dan PSIM digelar di Markas Polda DIY Senin 8 Oktober 2018.

    Yuli menuturkan laga tanpa penonton itu sendiri merupakan usulan dari panitia pelaksana pertandingan (panpel) PSS-PSIM. Pihak kepolisian pun mendukung usulan yang mempertimbangkan faktor keamanan itu. "Panpel mengusulkan laga tanpa penonton, kami fasilitasi usulan itu," ujarnya.

    Pertimbangan keamanan atas potensi gesekan dua suporter laga derby itu menguat pasca terjadinya ricuh dalam laga PSS versus PSIM pada 26 Juli 2018 di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul. Saat itu seorang penonton bernama Muhammad Iqbal Setyawan,16, warga Dusun Balong, Timbulharjo, Sewon, Bantul, DIY, tewas usai mengalami luka parah akibat dikeroyok oknum suporter usai laga.

    Dalam pertemuan dua suporter menjelang laga PSS kontra PSIM itu, Kepala Biro Operasi Polda DIY Komisaris Besar Polisi Imam Prijanto menuturkan bahwa keputusan mendukung laga PSS melawan PSIM tanpa penonton agar kedua suporter tim bisa merenungkan rusuh pada laga derby pertama di Bantul sebelumnya.

    "Akhirnya kami putuskan untuk keamanan, kenyamanan, dan ketertiban di Wilayah DIY, suporter cooling down dulu, pertandingan boleh jalan tapi tanpa penonton," ujarnya.

    Meski tanpa penonton, Polda DIY memastikan tidak akan mengendurkan pengamanan. Pengamanan tetap akan di lakukan baik di lingkungan stadion maupun di luar lingkungan stadion.

    "Kami tetap melakukan antisipasi apabila masih ada euforia di luar lapangan, kami melarang konvoi-konvoi usai laga," ujarnya.

    Pold pun meminta ketika laga berjalan tidak ada kelompok suporter yang bergerombol sehingga rawan memicu keributan.

    "Tidak ada yang bergerombol, kami harap keputusan (laga tanpa penonton) ini diterima, silahkan menonton pertandingan di rumah," ujarnya.

    Ketua panitia pelaksana (panpel) pertandingan PSS-PSIM, Jaguar Tominangi mengatakan pihaknya legawa dengan laga yang dijalani tanpa kehadiran penonton ini.

    Meski demikian, panitia tetap memastikan adanya pengamanan terhadap kedua tim yang bertanding termasuk saat penjemputan hingga kepulangan usai laga.

    Baca: Cristian Gonzales Merapat ke PSS, Madura United Mendepaknya

    "Kami sudah sampaikan pertimbangan keamanan kepada pihak kepolisian, mau dihadiri penonton atau tidak, kami tetap siap melaksanakan pertandingan," katanya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.