Kamis, 13 Desember 2018

Timnas Indonesia Vs Myanmar, Bima Sakti Soroti Pertahanan Lawan

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Timnas Indonesia U-23 Alberto Goncalves Da Silva (tengah) dan Bagas Adi Nugroho (kiri) berebut bola dengan pemain Timnas Thailand U-23 Poramet Arjvilai dalam pertandingan uji coba di Stadion PTIK, Jakarta, Kamis, 31 Mei 2018. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Pemain Timnas Indonesia U-23 Alberto Goncalves Da Silva (tengah) dan Bagas Adi Nugroho (kiri) berebut bola dengan pemain Timnas Thailand U-23 Poramet Arjvilai dalam pertandingan uji coba di Stadion PTIK, Jakarta, Kamis, 31 Mei 2018. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Bekasi - Timnas Indonesia senior akan melakoni laga uji coba melawan Timnas Myanmar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Rabu, 9 Oktober 2018. Laga ini menjadi kali kedua skuad Merah Putih tanpa didampingi oleh pelatih kepala Luis Milla menjelang Piala AFF pada November mendatang.

    Baca: Ini Skuad Timnas Indonesia Untuk Hadapi Myanmar

    "Pertandingan ini penting untuk persiapan Piala AFF nanti," ujar pelatih interim Timnas Indonesia, Bima Sakti, dalam jumpa pers sebelum laga.

    Baca: Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Myanmar dan Hong ...

    Bima Sakti menilai Myanmar merupakan tim bagus yang mempunyai kolektivitas tim baik. Karena itu, laga tersebut akan menjadi momen pembenahan sebelum skuadnya resmi berlaga di Piala AFF pada bulan depan. "Myanmar adalah tim kuat dengan organisasi pertahanan bagus," ujar mantan pemain Persema Malang ini.

    Bima telah melakukan evaluasi dari hasil uji coba sebelumnya melawan Timnas Mauritius. Meskipun dalam laga itu menang 1-0, Bima tak memanggil lagi pemain seperti Boaz Salossa dan Riko Simanjuntak. Sebagai gantinya, Bima memanggil dua pemain pengganti untuk mengawali debut bersama skuad garuda, yaitu Esteban Viscara dari Sriwijaya FC dan Alfath Fathier dari Madura United.

    "Ada banyak perubahan yang kami lakukan, karena melihat perkembangan tim yang akan dihadapi," ujar dia. Menurut dia, paling menjadi sorotan yaitu meningkatkan kualitas di lini pertahanan, serta membenahi transisi dari menyerang ke bertahan.

    Meski demikian, kata Bima, strategi yang akan dipakai tak banyak mengalami perubahan sejak Asian Games lalu, karena karakter permainan Indonesia sudah terbentuk. Salah satu contoh, kata dia, Timnas Indonesia banyak melakukan serangan melalui sayap. Bahkan, Bima mengaku masih terus berkomunikasi dengan Luis Milla yang berada di Spanyol.

    Komposisi tim juga masih banyak mengandalkan pemain di bawah usia 23 tahun. Adapun pemain-pemain baru yang dipanggil adalah hasil pemantauan selama Liga 1 bergulir. "Semua masih punya kesempatan, kami juga terus melakukan pemantauan," ujar Bima.

    Pemain belakang Timnas Indonesia, Ricky Fajrin mengaku sudah tak sabar untuk menjajal kekuatan Myanmar di laga besok. Menurut dia, para pemain yang dipanggil Timnas Indonesia telah melakukan persiapan yang maksimal. "Kami akan maksimal besok agar meraih kemenangan karena masuk agenda FIFA match day," ujar pemain Bali United ini.

    Baca: Timnas Indonesia Vs Myanmar, Ajang Perbaikan untuk Piala AFF

    Pelatih Myanmar, Antoine Hey, mengaku senang bisa beruji coba melawan Indonesia, apalagi laga itu masuk dalam kalender FIFA. Ia mengatakan, datang ke Indonesia dengan membawa banyak pemain baru. "Timnas Indonesia banyak mengalami perubahan, mudah-mudahan kami bisa mengatasinya besok," ujar dia.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Avengers End Game, Para Jagoan yang Selamat Menuju Laga Akhir

    Sejumlah jagoan yang selamat dari pemusnahan Thanos di Infinity War akan berlaga di pertarungan akhir di Avengers Infinity War.