Senin, 22 Oktober 2018

Pelatih Lokal Layak Tangani Timnas Indonesia

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Timnas U23 Rahmad Darmawan dalam konferensi pers Rexona Do More Camp di Jakarta, (19/11). Rexona do More Camp akan melakukan seleksi dan pelatihan pada pesepakbola muda berumur 18-23 tahun untuk meningkatkan kemampuan para pemain muda Indonesia. TEMPO/Seto Wardhana

    Pelatih Timnas U23 Rahmad Darmawan dalam konferensi pers Rexona Do More Camp di Jakarta, (19/11). Rexona do More Camp akan melakukan seleksi dan pelatihan pada pesepakbola muda berumur 18-23 tahun untuk meningkatkan kemampuan para pemain muda Indonesia. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Rahmad Darmawan mengatakan pelatih-pelatih lokal di Indonesia bisa diandalkan untuk menangani timnas Indonesia yang akan berlaga di Piala AFF 2018. Pelatih klub Mitra Kukar itu menilai kualitas yang dimiliki pelatih lokal atau Indonesia relatif tidak berbeda jauh dengan pelatih asing.

    Ia menyatakan perkembangan teknologi membuat pelatih-pelatih di Indonesia terus meningkatkan kualitas dari sisi metode latihan. "Transformasi teknologi membuat pelatih lokal tidak kalah," kata Rahmad saat dihubungi Tempo, Jumat, 12 Oktober 2018. Di sisi lain, saat ini Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) sudah memberikan banyak kesempatan kepada pelatih lokal untuk mengembangkan karir kepelatihan dengan mengikuti kursus.

    Seperti diberitakan, hingga saat ini pelatih asal Spanyol Luis Milla belum hadir di Indonesia. Milla disebut-sebut sudah memberikan sinyal positif untuk terus melatih tim nasional Indonesia di Piala AFF dan SEA Games 2019. PSSI sebelumnya menyatakan Milla akan berada di Indonesia pada 9 Oktober 2018.

    Sambil menunggu kepastian, mantan pemain Timnas Bima Sakti ditunjuk untuk menangani laga uji coba sebagai persiapan menghadapi Piala AFF 2018. Dalam dua pertandingan uji coba Timnas di bawah arahan Bima Sakti sukses meraih kemenangan. Indonesia menang 1-0 ketika menjamu Mauritius dan unggul 3-0 saat meladeni Myanmar.

    Menanggapi hal itu, Rahmad menilai, kinerja Bima Sakti patut diacungi jempol. Secara umum ia menyatakan Bima Sakti berhasil mengadaptasi langsung gaya permainan Luis Milla. "Dia (Bima Sakti) kan yang bekerja sama langsung dengan Milla," katanya.

    Rahmad menilai bila federasi ingin melanjutkan program sebelumnya tanpa kehadiran Luis Milla maka nama Bima Sakti tepat untuk menangani Timnas senior. Pasalnya, dengan waktu yang sempit menuju Piala AFF 2018, tidak mudah bagi pemain untuk langsung mengubah gaya permainan sebelumnya. "Program pelatihan Luis Milla bisa dilanjutkan dengan rasa (metode) yang sama tapi kokinya berbeda," ucap dia.

    Di Piala AFF yang berlangsung 8 November sampai 15 Desember 2018, Indonesia berada di Grup B bersama Singapura, Filipina, Thailand, dan Timor Leste. Laga perdana Indonesia akan menghadapi Singapura pada 9 November.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.