Dikalahkan Belanda, Joachim Low Terpojok dan Marah

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joachim Loew. REUTERS/Wofgang Rattay

    Joachim Loew. REUTERS/Wofgang Rattay

    TEMPO.CO, Jakarta - Media massa di Jerman menyoroti pelatih tim nasional mereka, Joachim Low, setelah Timnas-Jerman dikalahkan Belanda 3-0 pada pertandingan Grup A1 Liga Nasional Eropa di Johan Cruyff Arena, Amsterdam, Minggu dinihari 14 Oktober 2018.

    Baca: Piala Dunia 2018: Jerman Tersingkir, Bagaimana Nasib Joachim Low?

    Masa depan Joachim Low sebagai pelatih kepala Timnas-Jerman –yang dipegangnya sejak 2006 sampai 2018 ini- pun kemudian diragukan menjelang pertandingan Liga Nasional Eropa berikutnya melawan juara Piala Dunia, Prancis, Selasa mendatang.

    Baca: Piala Dunia 2018: Timnas Jerman Perpanjang Kontrak Joachim Low

    “Tidak untuk saat ini,” jawab Low dalam konferensi pers setelah pertandingan ketika ditanya apakah ia masih bisa memutuskan masa depannya menyusul kekalahan 0-3 melawan Belanda. Ini adalah kekalahan terbesar yang dialami Jerman dari musuh bebuyutannya itu.

    Kapten dan bek tengah Belanda, Virgil van Dijk, membuka keunggulan melalui sundulannya pada babak pertama. Selanjutnya, pemain sayap Lyon, Memphis Depay, dan rekan satu tim Van Dijk di Liverpool, gelandang Georginio Wijnaldum, membuat tim Oranye menang telak di Amsterdam.

    “Ini adalah brutal dan kekalahan mengecewakan, terutama karena kami mengontrol permainan dalam 30 menit pertama,” kata Low, yang masih memiliki kontrak sebagai pelatih Timnas-Jerman sampai 2022.

    “Pada saat seperti ini, anda bisa merasa tidak punya kepercayaan kepada diri sendiri yang biasanya mampu kita andalkan,” kata Low.

    Belanda bahkan bisa menang 4-0 kalau saja tembakan Depay tidak membentur mistar gawang Jerman. Dalam 10 menit terakhir, Jerman berada dalam tekanan berat tim asuhan pelatih Ronald Koeman itu.

    Jika tim asuhan Low kalah melawan  juara Piala Dunia, Prancis, di Paris, Selasa mendatag, itu artinya Jerman mencatat rekor enam kali kalah dalam setahun.

    Setelah membawa Jerman memenangi Piala Dunia 2014, Loew merasa jengkel ketika ditanya apakah kekalahan beratnya adalah pada laga yang ke-168 –dan terakhir- di ajang internasional ini.

    “Untuk saya, atau apa?” Low menjawab pertanyaan yang mengarah pada masa 12 tahun kepemimpinannya sebagai pelatih Timnas-Jerman, dengan nada gusar.

    “Kita harus bergerak cepat (masuknya berlanjut ke pertanyaan berikutnya). Saya orang yang salah untuk membicarakan soal itu,” Low menegaskan.

    Low menandatangani sebuah kontrak baru dengan Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) dalam bulan Mei yaitu sampai Piala Dunia berikutnya. Tapi, kecuali hasil Timnas-Jerman segera membaik, DFB diragukan akan mempertahankan kesepakatan kontrak baru dengan Loew.

    Setelah tampil buruk pada Piala Dunia 2018 di Rusia, yaitu tersingkir pada babak penyisihan grup setelah menempati urutan terbawah klasemen, harus kembali berjuang di penyisihan grup Liga Negara Eropa.

    Baca: Hasil Bola UEFA Nations League: Belanda Vs Jerman 3-0

    Jerman harus menang pada dua pertandingan terakhir, yaitu melawan Prancis pada Selasa mendatang dan menghadapi Belanda di Gelsenkirchen, 19 November. Kalau tidak,  Timnas-Jerman terancam terdegradasi dalam debutnya di kompetisi baru Liga Eropa ini.

    NDTV | BBC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.