Senin, 19 November 2018

Sumpah Pemuda: Asian Games, Asian Para Games, dan Timnas U-19

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Selebrasi timnas U-19 Indonesia setelah mengalahkan timnas U-19 UEA dalam laga Piala AFC U-19 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu, 24 Oktober 2018. TEMPO/Subekti

    Selebrasi timnas U-19 Indonesia setelah mengalahkan timnas U-19 UEA dalam laga Piala AFC U-19 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu, 24 Oktober 2018. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengukuhkan penyelenggaraan Asian Games dan Asian Para Games 2018 menjadi momentum revitalisasi Sumpah Pemuda ke-90 menyusul pencatatan sejarah prestasi Indonesia dalam bidang olahraga dan bidang kreatif penyelenggaraan di tingkat Asia.

    Baca: Timnas U-19 Vs Jepang, Indra: Momentum Sumpah Pemuda

    "Asian Games dan Asian Para Games bukan hanya menjadi tonggak prestasi Indonesia dalam bidang olahraga melainkan juga memunculkan inovasi dan kreativitas dalam bidang lain. Prestasi-prestasi itu perlu terus dirawat dalam peringatan Sumpah Pemuda," kata Deputi II Bidang Pengembangan Pemuda Asrorun Ni'am Sholeh selepas upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-90 di Jakarta, Minggu 28 Oktober 2018.

    Baca: Piala AFC: Alasan Timnas U-19 Indonesia Pilih Latihan Pagi

    Ni'am mengatakan Indonesia juga menciptakan kebangkitan Sumpah Pemuda melalui momentum prestasi tim nasional sepak bola U-19 yang telah berhasil lolos ke putaran perempat final Piala AFC U-19 pada 2018.

    Baca: Akan Nonton Timnas U-19 di TV, Presiden Jokowi: Harus Optimistis

    "Tepat pada 90 tahun lalu, ikrar Sumpah Pemuda dibacakan oleh anak-anak muda dari berbagai latar belakang etnis, sosial, bahasa, serta agama. Keberagaman latar belakang itu tidak menghalangi mereka untuk bersatu. Bahkan, keberagaman meneguhkan persatuan dan kesatuan," katanya.

    Keberagaman dan persatuan Indonesia, Ni'am melanjutkan, perlu direvitalisasi melalui peringatan Sumpah Pemuda pada 2018 menyusul potensi disintegrasi karena kesalahpahaman terhadap realitas keberagaman Indonesia.

    "Keberagaman selayaknya menjadi komponen kebersamaan dan komitmen membangun bangsa serta menyatukan Indonesia menjadi bangsa yang maju dan besar," katanya.

    Peringatan Sumpah Pemuda ke-90 di Kementerian Pemuda dan Olahraga juga dilakukan dengan pemberian apresiasi kepada 36 pemuda dari seluruh Indonesia dengan berbagai prestasi di bidang pendidikan, lingkungan, teknologi, pemuda wirausahawan, dan penyandang disabilitas berpretasi.

    Baca: Timnas U-19 Vs Jepang, PSSI Siapkan 3 Layar Raksasa di GBK

    "Kami memberikan apresiasi kepada para pemuda yang punya prestasi dalam bidang kepemimpinan, kewirausahawanan, serta kesukarelawanan. Kami mengantarkan mereka sebagai tokoh inspirasi bagi anak-anak muda Indonesia," kata Ni'am tentang penghargaan dengan nominal Rp10 juta hingga Rp50 juta itu.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.