Piala AFF: Bima Sakti Tak Silau Nama Besar Sven-Goran Eriksson

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sven Goran Eriksson. AP Photo/Armando Franca

    Sven Goran Eriksson. AP Photo/Armando Franca

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia Bima Sakti tidak menghiraukan nama besar Sven-Goran Eriksson, yang kini menjadi pelatih Filipina, salah satu pesaing Indonesia di Grup B Piala AFF 2018.

    Sven-Goran Eriksson merupakan sosok tenar yang pernah menangani timnas Inggris di dua Piala Dunia, yaitu Piala Dunia tahun 2002 dan 2006. "Bagi saya, nama besar itu tidak penting," ujar Bima Sakti di Jakarta, Minggu.

    Baca: Timnas Indonesia Hadapi AFF, Kurniawan Ungkapkan Fokus Pembenahan

    Terkait hal tersebut, Bima pun berkisah tentang pengalamannya menghadiri acara FIFA Football Conference 2018 dan The Best FIFA Football Awards 2018 di London, Inggris. Ketika itu, dirinya sempat berjumpa dan bertukar pikiran dengan pelatih kelas dunia seperti Marko van Basten serta Didier Deschamps yang membawa Prancis juara Piala Dunia 2018.

    Van Basten dan Deschamps, kata Bima, menekankan menyaakan bahwa sejago apapun seorang pelatih, dia tidak akan pernah menjadi penentu hasil pertandingan.

    Baca: Piala AFF: Pemain Timnas Indonesia Bosan Jadi Runner-up

    "Setiap tim dapat meraih hasil yang bagus hanya dengan latihan yang baik. Oleh karena itulah saya merasa beruntung di tengah orang-orang besar, yaitu para pemain saya yang mau berusaha maksimal sekuat tenaga demi timnas," tutur pelatih berusia 42 tahun itu.

    Seperti diketahui, Timnas Indonesia akan berlaga di Piala AFF 2018 yang berlangsung pada 8 November-15 Desember 2018. Indonesia bergabung di Grup B bersama Thailand, Singapura, Filipina dan Timor Leste. Laga pertama Indonesia adalah pada Jumat, 9 November 2018 menghadapi Singapura di Stadion Nasional, Singapura.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.