Minggu, 18 November 2018

Andik Vermansah: Memori Tendangan Kanon di Piala AFF

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Timnas Indonesia Andik Vermansah (tengah) dihadang dua pemain Brunie dalam pertandingan final Piala Hassanal Bolkiah di Bandar Seri Begawan, Brunei, Juma (9/3). REUTERS/Ahim Rani

    Pemain Timnas Indonesia Andik Vermansah (tengah) dihadang dua pemain Brunie dalam pertandingan final Piala Hassanal Bolkiah di Bandar Seri Begawan, Brunei, Juma (9/3). REUTERS/Ahim Rani

    TEMPO.CO, Jakarta - Andik Vermansah akhirnya kembali tampil di Piala AFF pada pergelaran 2018 ini. Sebelumnya, Pelatih Tim Indonesia, Bima Sakti, mencoret nama Andik dari 23 pemain yang akan tampil dalam Piala Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) tahun ini tersebut.

    Tapi, karena ada persoalan hukum yang dialami pemain sayap Persela Lamongan, Saddil Ramdani, Bima terpaksa mencoret Saddil dari skuad tim nasional Piala AFF 2018 dan menggantikannya dengan Andik Vermansyah.

    Andik yang kini membela klub Kedah di Liga Malaysia punya kenangan manis di Piala AFF. Ketika membela tim Indonesia asuhan pelatih Nilmaizar pada Piala AFF 2012, mantan pemain Persebaya Subaya ini melepaskan tendangan keras dari jarak jauh sekitar  40 kilometer yang berhasil membobol gawang Singapura.

    Tendangan Andi tersebut merupakan salah satu gol yang istimewa dan terbaik dalam sejarah Piala AFF. Golnya itu juga masuk dalam 10 aksi pemain Asia yang pantas dilihat pilihan media olahraga terkemuka di dunia, ESPN Soccernet.

    Tembakan spektakuler Andik itu cukup menghibur di tengah prestasi tim Indonesia yang mengecewakan di Piala AFF 2012, yaitu tersingkir pada fase grup, dan ketika PSSI sedang dilanda konflik antara pendukung Liga Super Indonesia (LSI) dan penyokong Liga Primer  (LPI).

    Dua tahun berikutnya, Andi tak masuk pilihan pelatih asal Austria, Alfred Riedl, yang kali ini gagal karena timnya tersingkir pada fase grup Piala AFF 2014.

    Nama Andik kemudian masuk dalam skuad Timnas di Piala AFF 2016 asuhan pelatih Alfred Riedl, yang berhasil menembus final sebelum dikalahkan Thailand dalam laga tandang dan kandang.

    Sekarang untuk ketiga kali Andik akan tampil di Piala AFF pada usia yang tergolong periode emas untuk seorang pemain sepak bola, yaitu 26 tahun.

    Skuad Garuda dijadwalkan bertemu tuan rumah Singapura pada Jumat, 9 November 2018, di Stadion Nasional Singapura. Ini adalah laga perdana kedua tim di Grup B, Piala AFF Suzuki 2018.

    Bima Sakti dalam latihan di Singapura, Rabu, mengatakan sektor sayap akan menjadi andalan serangan Indonesia.

    "Sayap kami semua bagus ya, kita punya empat sayap yang sudah siap semua, ada Andik, Riko (Simanjutak), Febri (Hariyadi), dan Irfan (Jaya). Jadi tergantung lihat besok kondisinya bagaimana kita akan menurunkan siapa yang jadi starter,” kata Bima di situs Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, pssi.org.  

    Sedangkan Andik ingin mengulang sukses dengan meraih kemenangan atas Singapura. Apalagi dalam dua kali pertemuan dengan Singapura di Piala AFF, Andik selalu mencetak gol.

    "Kami sudah siap melawan Singapura. Siapa pun yang diturunkan pelatih kami tidak masalah. Yang penting Indonesia meraih kemenangan atas tuan rumah. Kami juga yakin suporter Indonesia juga akan banyak hadir di Stadion Nasional untuk memberikan dukungan penuh kepada kami," kata Andik menyambut penampilan perdana Indonesia pada Piala AFF 2018 ini.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.