Selesaikan Kisruh, Manajemen Persib Kumpulkan Pemain dan Pelatih

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mario Gomez memimpin latihan Persib Bandung. (persib.co.id)

    Mario Gomez memimpin latihan Persib Bandung. (persib.co.id)

    TEMPO.CO, Bandung - Manajemen Persib Bandung akhirnya mengumpulkan pemain juga jajaran pelatih guna menyelesaikan kisruh antara pemain dan pelatih Persib yang akhir-akhir ini sempat ramai di media sosial. Pertemuan itu berlangsung di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Rabu, 21 November 2018, pagi.

    Manajer Persib Umuh Muchtar mengatakan sengaja mengumpulkan pemain juga pelatih agar persoalan yang melilit Persib bisa segera terpecahkan. Sebelumnya, media sosial sempat diramaikan isu tudingan pelatih kepala Persib Roberto Carlos Mario Gomez yang menganggap Supardi Natshir, Ardi Idrus, Ghozali Siregar hingga Eka Ramdhani sengaja membuat Persib kalah dari PSMS.

    "Sengaja mengapa kita ngambil langkah seperti ini, sebelum latihan kita datang ke sini kumpulkan semua untuk klarifikasi. Sangat sedih, saya percaya pemain yang ada di Persib mereka tidak main-main seperti itu," ucap Umuh kepada wartawan usai pertemuan itu.

    Menurut dia, seluruh pemain dan Gomez sudah melakukan islah dan masalah itu sudah selesai sepenuhnya. Intinya, kata dia, masalah itu bisa membesar karena terjadi salah paham antara pelatih dengan beberapa pemain Persib. "Tadi sudah disampaikan dan sudah meminta maaf satu sama lain," ucapnya.

    Sementara itu, Gomez mengatakan masalah yang terjadi hanya salah persepsi saja antara dirinya dengan anak asuhnya. Gomez mengaku sangat percaya dengan kinerja anak asuhnya di lapangan hijau.

    "Pertemuan ini penting saya percaya 200 persen kepada pemain. Saya percaya sama pemain setiap waktu dan tidak ada berita seperti yang tersebar di luar," kata Roberto Carlos Mario Gomez.

    AMINUDDIN A.S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.