Darurat Militer di Ukraina, Arsenal Harus Bertanding di Luar Kiev

Reporter

Para pendukung Arsenal terlihat kecewa, setelah Olivier Giroud (tengah) gagal memanfaatkan kesempatan mencetak gol ke gawang Tottenham Hotspur dalam Liga Primer Inggris di Stadion Emirats, London, (1/9). REUTERS/Eddie Keogh

TEMPO.CO, Jakarta - Klub Inggris, Arsenal, terpaksa harus bertanding di stadion berjarak 300 kilometer dari ibu kota melawan Vorskla Poltava dalam lanjutan laga Liga Eropa.

Partandingan tersebut, menurut laporan situs RTE, sedianya digelar di Kiev namun harus dipindahkan ke Stadion Vorskla di Poltava berjarak 300 kilometer dari ibu kota. Pemindahan ini karena pemerintah menerapkan kondisi darurat militer.

"Pemindahan ini mengakibatkan ketidaknyaman bagi pendukung kedua kesebelasan," tulis RTE.

Keputusan pemindahan tempat pertandingan mendapatkan protes lembaga sepak bola Eropa, UEFA. Usai melakukan pertemuan darurat, UEFA mengumumkan bahwa pertandingan tetap dilansungkan pada Selasa malam, 27 November 2018, waktu setempat, di Stadion Olimpiyskiy, Kiev.

Sebelumnya, Presiden Ukraina menerapkan kondisi darurat militer di seluruh wilayah menyusul meningkatnya ketegangan dengan Rusia. Ketegangan itu dipicu oleh penyitaan tiga kapal Ukraina di Crimea pada Ahad 25 November 2018.

Meskipun dipindahkah ke tempat jauh, sekitar 500 pendukung Arsenal tetap datang ke Poltava untuk memberikan dukungan.

Salah seorang pendukung fanatik Arsenal, John Williamson, mengatakan, dia bersama rekan-rekannya datang ke stadion meskipun jaraknya sangat jauh. "Kami tiba di Poltava Selasa sesuai dengan rencana. Selanjutnya kembali ke rumah Sabtu."






Putin Meresmikan Aneksasi Empat Wilayah Ukraina

2 jam lalu

Putin Meresmikan Aneksasi Empat Wilayah Ukraina

Penandatanganan oleh Putin hari ini merupakan tahap akhir dari proses legislatif Rusia menganeksasi wilayah Ukraina


Mengenal Super-Torpedo Poseidon, Perangkat Nuklir 'Senjata Kiamat' Rusia

3 jam lalu

Mengenal Super-Torpedo Poseidon, Perangkat Nuklir 'Senjata Kiamat' Rusia

Rusia dilaporkan akan menguji coba senjata nuklir super-torpedo Poseidon, yang sering disebut sebagai 'senjata Kiamat', untuk pertama kalinya, dalam perang Ukraina.


Zelensky: Militer Ukraina Membuat Kemajuan Besar di Selatan dan Timur

5 jam lalu

Zelensky: Militer Ukraina Membuat Kemajuan Besar di Selatan dan Timur

Presiden Volodymyr Zelensky menyatakan militer Ukraina telah membuat kemajuan besar dan cepat melawan pasukan Rusia di selatan dan timur Ukraina.


Rusia Puji Elon Musk atas Saran Kontroversial soal Perdamaian dengan Ukraina

6 jam lalu

Rusia Puji Elon Musk atas Saran Kontroversial soal Perdamaian dengan Ukraina

Elon Musk mengajukan saran yang dinilai kontroversial terkait perdamaian antara Rusia Ukraina.


Dituding Siapkan Senjata Nuklir Kiamat Poseidon, Ini Kata Rusia

19 jam lalu

Dituding Siapkan Senjata Nuklir Kiamat Poseidon, Ini Kata Rusia

Media Barat melaporkan Rusia sedang bersiap menguji super-torpedo Poseidon, yang sering disebut sebagai 'senjata Kiamat'


Rusia Aneksasi Wilayah Ukraina, Indonesia Tak Berani Bersikap Tegas?

22 jam lalu

Rusia Aneksasi Wilayah Ukraina, Indonesia Tak Berani Bersikap Tegas?

Pengamat CSIS mengatakan, dengan tidak menyebutkan nama Rusia, pernyataan Indonesia ihwal aneksasi wilayah Ukraina dapat disalahartikan


Melalui Dekret, Zelensky Tutup Semua Prospek Negosiasi dengan Putin

23 jam lalu

Melalui Dekret, Zelensky Tutup Semua Prospek Negosiasi dengan Putin

Selain dengan Putin, Zelensky tetap membiarkan pintu terbuka untuk pembicaraan dengan Rusia.


Ukraina Ikut Spanyol dan Portugal untuk Bidding Piala Dunia 2030

1 hari lalu

Ukraina Ikut Spanyol dan Portugal untuk Bidding Piala Dunia 2030

Ukraina ingin bergabung bersama Spanyol dan Portugal untuk bersaing menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030.


AS Segera Kirim Bantuan Roket HIMARS Rp9,5 Triliun Lagi ke Ukraina

1 hari lalu

AS Segera Kirim Bantuan Roket HIMARS Rp9,5 Triliun Lagi ke Ukraina

Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi, yang dikenal sebagai HIMARS, akan menjadi bagian dari paket bantuan baru Amerika Serikat ke Ukraina senilai US$625 juta atau sekitar Rp 9,5 triliun.


Inggris Dukung Indonesia Kecam Pencaplokan Ukraina oleh Rusia

1 hari lalu

Inggris Dukung Indonesia Kecam Pencaplokan Ukraina oleh Rusia

Inggris menyambut baik pernyataan penolakan Indonesia tentang referendum palsu Rusia dan pencaplokan secara ilegal wilayah kedaulatan Ukraina.