Akibat Rusuh, Final Piala Libertadores Dipindahkan ke Madrid

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain River Plate, Leonardo Ponzio (kanan) dan Leonel Vangioni mengerang kesakitan usai terkena semprotan merica dari salah satu pendukung Boca Juniors saat berlangsungnya leg kedua babak 16 besar Copa Libertadores di Buenos Aires, Argentina, 14 Mei 2015. Insiden tersebut terjadi saat babak kedua dimulai, dimana Boca Juniors tengah mengalami kekalahan 1-0 pada leg pertama. AP Photo

    Pemain River Plate, Leonardo Ponzio (kanan) dan Leonel Vangioni mengerang kesakitan usai terkena semprotan merica dari salah satu pendukung Boca Juniors saat berlangsungnya leg kedua babak 16 besar Copa Libertadores di Buenos Aires, Argentina, 14 Mei 2015. Insiden tersebut terjadi saat babak kedua dimulai, dimana Boca Juniors tengah mengalami kekalahan 1-0 pada leg pertama. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Konfederasi Sepak Bola Amerika Latin, Conmebol, membenarkan kabar pertandingan leg kedua Piala Libertadores antara River Plate melawan Boca Juniors akan dipindahkan ke markas Real Madrid, Stadion Santiago Bernabeu, Spanyol, pada 9 Desember 2018.

    Pertandingan kedua tim Argentina itu sedianya digelar di tempat River pada Sabtu pekan lalu, namun terjadi kerusuhan. Menurut lapoan media, pemindahan itu terkait dengan serangan terhadap bus yang ditumpangi pemain Boca mengakibatkan mereka luka-luka. Pada leg pertama di markas Boca, pertandingan berakhir seri, 2-2.

    "Akibat serangan pendukung River tersebut, tiga pemain Boca terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit," tulis The Guardian dalam laporannya Kamis, 29 November 2018.

    Keputusan pemindahan pertandingan leg kedua di Madrid diambil setelah pejabat Conmebol melakukan pertemuan di Asuncion pada Selasa 27 November 2018. Selain memutuskan pemindahan tempat laga, organisasi sepak bola Amerika Latin itu juga menjatuhkan denda uang terhadap River sebesar US$ 400 ribu atau setara dengan Rp 5,8 miliar dan melarang Stadion El Monumental digunakan untuk pertandingan dua kali.

    Presiden Conmebol, Alejandro Domínguez, mengatakan kepada awak media, pertandingan kedua tim itu sangat bagus dan enak ditonton. Sebab keduanya pasti akan berjuang hidup atau mati. Hanya ada dua pilihan, menang atau kalah.

    "Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez, Presiden FIFA Gianni Infantino, Presiden UEFA Aleksander Ceferin dan sahabat saya Presiden Real Madrid Florentino Pérez," ucapnya.

    Sebelumnya, Kota Genoa, Italia, menawarkan diri menjadi tuan rumah final Piala Libertadores antara River Plate menghadapi Boca Junior. Menurut Wali Kota Genoa, sepak bola di kedua kota tersebut memiliki sejarah panjang karena dibawa oleh para imigran Genoa pada awal abad ke-20.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.