Manchester United: Butuh Waktu atau Sekarang Memang Medioker?

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelandang Manchester United, Anthony Martial, melakukan selebrasi bersama rekannya, Paul Pogba, setelah mencetak gol ke gawang Everton dalam pertandingan Liga Inggris di Old Trafford, Manchester, 28 Oktober 2018. REUTERS/Peter Powell

    Gelandang Manchester United, Anthony Martial, melakukan selebrasi bersama rekannya, Paul Pogba, setelah mencetak gol ke gawang Everton dalam pertandingan Liga Inggris di Old Trafford, Manchester, 28 Oktober 2018. REUTERS/Peter Powell

    TEMPO.CO, Jakarta - Manchester United selalu menjadi sorotan karena mereka adalah klub yang sudah mendapat predikat sebagai salah satu tim sepak bola legendaris di dunia. Sorotan itu juga akan kembali terjadi lagi ketika Manchester United tampil di kandang Southampton dinihari nanti, Minggu 2 Desember 2018, pada pekan ke-14 Liga Primer Inggris 2018-2019.

    Meski sudah sukses lolos ke babak 16 besar Liga Champions Eropa musim ini, tapi penampilan Manchester United berjuluk Setan Merah itu dianggap masih tidak memuaskan, terutama bagi para suporternya yang ada di seluruh dunia.

    Penampilan asuhan manajer Jose Mourinho –yang sudah memasuki musim ketiganya di United- dinilai banyak pihak masih membosankan ketika harus bersusah-payah mengalahkan tamunya, Yong Boys, 1-0, pada Rabu 28 November 2018, untuk lolos dari fase grup ke babak 16 besar Liga Champions.

    Di bawah asuhan Mourinho, penampilan Setan Merah musim ini dinilai masih medioker, apalagi di Liga Primer Inggris, mereka ketinggalan jauh di luar empat besar. Di urutan ke-tujuh dari 20 tim, United ketinggalan 14 angka dari pemimpin klasemen Manchester City.

    Meski kompetisi liga masih berlangsung lama –masing-masing menyelesaikan 38 pertandingan-, tapi banyak orang sudah lama mempergunjingkan pasukan Mourinho yang dinilai mononton menjurus ke arah kebuntuan ini.

    Manchester United dinilai sudah tak sesuai dengan julukannya tersebut karena para pemainnya tak menakutkan lagi bagi lawan-lawannya di lapangan.

    Begitu seringnya disorot membuat manajer Jose Mourinho –yang memang juga terkenal nyentrik meski hebat- merasa gusar. Pelatih berusia 55 tahun asal Portugal ini mengklaim media memperlakukan Manchester United secara berbeda dengan klub-klub lain.

    “Di Manchester United, setiap kali ada seorang pemain yang tidak tampil, bakal selalu ada rumor, selalu satu problem,” kata Mourinho.

    “Para pemain itu musti punya kelakuan yang salah atau manajer punya konflik dengan mereka. Hanya terjadi di sini. Kalian membuat saya begitu sangat spesial karena saya diposisi jelas berbeda dari yang lain,” Mourinho melanjutkan.

    Alhasil Manchester tidak cukup harus menang melawan Southampton yang beada di zona degradasi, urutan ke-19. Publik akan kembali menilai apakah para penyerang Manchester United, seperti Marcus Rashford, tidak menyia-nyiakan peluang seperti ketika melawan Young Boys.

    Demikian juga di lini tengah Setan Merah ini. Suporter dan pengamat akan menunggu Paul Pogba pada akhirnya bisa berbuat lebih baik setelah menjadi pemain termahal di klub ini.

    Selain Rashford, ada penyerang tengah Romelu Lukaku yang bisa diandalkan Mourinho dalam pertandingan dini hari nanti. Selain itu ada Anthony Martial dan Juan Mata di sayap.

    Di bawah mistar, ada kiper Spanyol, David de Gea, yang tampil cemerlang saat menahan sejumlah tembakan anak-anak Young Boys.  

    Di depan De Gea, kemungkinan pilihan dua bek tenganya adalah Phil Jones dan Chris Smalling, dengan Ahsley Young di posisi bek kiri dan Diogo Dalot di kanan. Dua pemain lainnya, adalah gelandang jangkar Nemanja Matic dan gelandang serang Jesse Lingard.

    Nama-nama tersebut mewakili “begitulah sekarang kurang-lebihnya Manchester United” di bawah asuhan Jose Mourinho.

    Apakah para pemain Setan Merah sekarang tergolong medioker atau pas-pasan? Masih ada 25 pertandingan di liga, dimulai dari dinihari nanti, untuk memupus pandangan sinis itu. Meski, Jose Mourinho sudah bilang, “Sekarang menjadi lebih sulit untuk membeli pemain-pemain dengan standar kualitas tinggi. Sepak bola sudah berubah.”

    ESPN SOCCERNET | TIMES NOW


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?