Lepas Sementara dari Degradasi, Pemain Sriwijaya FC Dapat Bonus

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola Sriwijaya FC, Alberto Goncalves da Costa (tengah), berebut bola dengan pemain PSMS dalam pertandingan Go-Jek Liga 1 2018 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang, Kamis, 18 Oktober 2018. Sriwijaya FC tetap di posisi ke-13 dengan nilai 30. ANTARA/Nova Wahyudi

    Pesepak bola Sriwijaya FC, Alberto Goncalves da Costa (tengah), berebut bola dengan pemain PSMS dalam pertandingan Go-Jek Liga 1 2018 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang, Kamis, 18 Oktober 2018. Sriwijaya FC tetap di posisi ke-13 dengan nilai 30. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Palembang - Sriwijaya FC berhasil unggul 3-1 DARI Mitra Kukar di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sabtu 1 Desember 2018. Capaian tersebut berhasil mendongkrak Sriwijaya dari zona degradasi menuju peringkat 14 di papan klasemen.

    Hal itu membawa angin segar bagi Alberto Goncalves dan kawan-kawan, karena untuk sementara bisa lepas dari jeratan degradasi ke Liga 2. Atas prestasi itu, para pemain mendapat siraman bonus ratusan juta rupiah dari berbagai pihak. Salah satu satu di antaranya dari Dodi Reza Alex mantan presiden klub, yaitu sekitar Rp 100 juta dan Rp 200 juta. "Saya menunaikan janji untuk menyemangati para pemain," kata Dodi, Ahad, 2 Desember 2018.

    Dodi mengatakan pemberian bonus ini sesuai dengan janji yang sempat diucapkan saat memberikan bonus kemenangan melawan Barito Putera beberapa waktu lalu. Pemberian bonus tersebut merupakan salah satu cara untuk meningkatan motivasi pemain.

    Berdasar pengalaman hampir 10 tahun bersama Sriwijaya, Dodi mengaku paham paham betul bahwa tidak mudah memenangkan pertandingan di tengah tekanan luar biasa seperti saat ini. Sriwijaya FC berada di peringkat 14 klasemen sementara, atau dua tingkat di atas zona degradasi, dengan sisa hanya satu pertandingan yakni melawan Arema FC.

    Untuk itu, menurutnya, Sriwijaya FC harus berjuang habis-habisan saat melawan Arema FC untuk memastikan tiket tetap bertahan di Liga 1. Jika kalah atau sebatas meraih hasil imbang, mereka terancam terdegradasi ke Liga 2 pada musim mendatang.

    Dodi menjadi bagian dari manajemen klub sejak tahun 2009. Namun, karena ingin fokus sebagai Bupati Musi Banyuasin, ia memutuskan beristirahat. Ia juga mengapresiasi jajaran manajemen PT SOM dipimpin Muddai Madang, yang terus berkerja keras hingga kini untuk menjaga eksistensi klub Sriwijaya FC.

    Penyerang Sriwijaya FC Alberto Goncalves sangat mengapresiasi pemberian bonus dari mantan presiden klub ini. Menurutnya bonus akan dia sampaikan kepada seluruh pemain Sriwijaya FC. Baginya, bonus bukanlah yang menjadi kejaran utamanya. Namun, ia dan rekan- rekan sangat bangga dengan kepedulian Dodi. "Saya meyakini teman-teman akan semakin bekerja keras hadapi Arema nanti," katanya.

    Sriwijaya FC bakal menghadapi laga hidup-mati melawan Arema FC di Malang pada 7 Desember mendatang. Bukan hanya Sriwijaya FC yang masih ketar-ketir. Ada empat klub yang masih berjuang hingga laga terakhir Liga 1, yakni PSMS, PS Tira, Mitra Kukar, dan Perseru Serui.

    PARLIZA HENDRAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.