Senin, 10 Desember 2018

Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi: Tolong Jangan Lagi Dibully Saya

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi (kiri) didampingi Wakil Ketua PSSI Joko Driyono memberikan keterangan pers mengenai penghentian sementara kompetisi Liga I di Jakarta, Selasa (25/9/2018). ANTARA FOTO/Reno Esnir

    Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi (kiri) didampingi Wakil Ketua PSSI Joko Driyono memberikan keterangan pers mengenai penghentian sementara kompetisi Liga I di Jakarta, Selasa (25/9/2018). ANTARA FOTO/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Medan - Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Edy Rahmayadi, mengakui jika kondisi persepakbolaan Indonesia masih jauh tertinggal dari negara lain. Hal ini dilihat dari beberapa aspek dalam sepak bola seperti jumlah pemain, pelatih, wasit hingga sarana infrastruktur stadion di Indonesia.

    Baca: Edy Rahmyadi Ogah Mundur dari Posisi Ketua Umum PSSI

    Edy mengungkapkan tertinggalnya sepak bola Indonesia telah dia sampaikan kepada Presiden semenjak awal dirinya menjadi Ketua PSSI. "Saya katakan kepada Presiden kalau kita belum memiliki pemain bola yang pas. Kuantitas saja masih kurang apalagi kualitas,” ujar Edy yang juga menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara dalam acara Silaturahmi Insan Pers di Kantor Gubernur Sumatera Utara pada Rabu, 5 Desember 2018.

    Edy memaparkan menurut data yang dimilikinya per tahun 2016, jumlah pesepakbola Indonesia hanya 67 ribu pemain dari total 250 juta jiwa penduduk. Jumlah ini masih terbilang minim jika dibandingkan dengan beberapa negara maju layaknya Belanda yang memiliki 1,2 juta pemain dari 16,7 juta penduduk, Spanyol 4,1 juta pemain dari 46,8 juta penduduk atau Jerman 6,3 juta dari 80,7 juta penduduk.

    Baca: Renungan Soal Desakan Agar Edy Rahmayadi Mundur

    Jumlah pemain sepakbola Indonesia juga masih kalah dengan negara-negara di Asia Tenggara. Seperti Thailand yang memiliki 1,3 juta pemain dari 64,6 penduduk. Bahkan jika dibandingkan dengan Singapura yang juga memiliki 67 ribu pemain sepakbola, secara persentase masih lebih tinggi sebab Singapura hanya mempunyai total 4,5 juta penduduk.

    Dalam sisi persentase jumlah pelatih,  Indonesia pun kalah dari negara-negara tersebut. Spanyol memiliki 22 ribu pelatih, Jerman 28.668 pelatih, Thailand 1,1 ribu pelatih, Malaysia 1.810 pelatih atau Singapura 170 pelatih. Sedangkan Indonesia hanya memiliki 197 pelatih.

    Begitu pun dalam aspek sarana dan prasarana, Indonesia masih sangat kurang stadion yang dinyatakan berstandar FIFA. Sebab menurut data 2016 yang menjadi acuannya tersebut, Indonesia hanya memiliki 2 stadion standar FIFA dan 23 lapangan. Berbeda jauh dengan Spanyol yang 109 stadionnya berstandar FIFA, Belanda sebanyak 45 stadion atau Jerman yang mempunyai 42 stadion berlisensi FIFA.

    Di Asia Tenggara, Singapura bahkan sudah memiliki 21 stadion yang berstandar FIFA. "Termasuk Stadion Teladan yang kita bangga-banggakan itu, tidak masuk dalam lapangan yang layak pakai,” sambung Edy yang masih mengacu data di tahun 2016 tersebut.

    Ihwal itu, sang mantan Pangkostrad berharap seluruh pihak untuk bekerja sama dalam memperbaiki sepakbola Indonesia, termasuk awak media. "Tolong jangan lagi di-bully lagi saya. Kalau mau beritakan,  beritakanlah ini," pinta Edy

    Bahkan khusus di Sumatera Utara, lelaki kelahiran Sabang tersebut meminta memberikan dukungan kepada dirinya. "Janganlah kalian ikut-ikutan, tapi doakanlah kami. Kalau nggak kalian yang bela, terus siapa yang bela saya,” harap Edy Rahmayadi.

    IIL ASKAR MONDZA


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.