Senin, 10 Desember 2018

Messi Kecil Afganistan Mendapat Ancaman dari Taliban

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Murtaza Ahmadi merupakan seorang bocah Afghanistan setelah fotonya yang mengenakan kresek biru putih bertuliskan Messi 10 yang mirip jersey tim Barcelona, menjadi viral pada awal 2016. instagram.com

    Murtaza Ahmadi merupakan seorang bocah Afghanistan setelah fotonya yang mengenakan kresek biru putih bertuliskan Messi 10 yang mirip jersey tim Barcelona, menjadi viral pada awal 2016. instagram.com

    TEMPO.CO, JakartaMessi kecil dari Afganistan, Murtaza Ahmadi, mendapatkan ancaman dari separatis Taliban. Bocah yang fotonya menggunakan seragam Timnas Argentina terbuat dari plastik sempat viral itu terpaksa harus mengungsi dari kampung halamannya.

    Murtaza, sekarang berusia tujuh tahun, dikabarkan terpaksa meninggalkan kediamannya di Provinsi Ghazni, Afganistan, karena beberapa kali mendapatkan ancaman dari Taliban.

    Keluarga Murtaza adalah bagian dari kelompok etnis Hazara yang beraliran Shiah dan menjadi target kelompok Taliban. Wilayah Ghazni sebenarnya masih dalam kontrol pemerintah Afghanistan, sering menjadi daerah konflik dengan kelompok Taliban.

    Pada Agustus lalu, kelompok Taliban garis keras melancarkan serangan dan kembali melakukan serangan pada November, memaksa ribuan warga setempat menyelamatkan diri. Ratusan orang warga sipil, tentara dan pemberontak terbunuh dalam serangan itu.

    Pemain Barcelona, Lionel Messi menggendong bocah asal Afghanistan, Murtaza Ahmadi saat diwawancarai media atas kedatangannya dalam gelaran laga persahabatan melawan klub Arab Saudi, Al-Ahli FC di Doha, Qatar, 13 Desember 2016. AP Photo

    Keluarga Murtaza saat ini mengungsi ke Kabul, Ibukota Afganistan, setelah sebelumnya sempat melarikan diri ke Pakistan. Mereka kehabisan uang sehingga harus kembali ke negaranya.

    Shafiqa, ibu Murtaza, mengatakan bahwa kepopuleran yang mereka dapatkan setelah Lionel Messi menemui anaknya justru membuat mereka menjadi khawatir akan menjadi target Taliban. Bahkan, sekelompok orang mengira mereka mendapatkan banyak uang dari pesepakbola yang memperkuat Barcelona itu.

    "Orang kuat di kampung mengatakan, 'Kamu sudah kaya sekarang, berikan uang yang kamu terima dari Messi atau kami akan ambil anak kamu," kata Shafiqa kepada AFP.

    Menurut Shafiqa, mereka tidak sempat membawa harta benda, termasuk seragam dari Messi yang sangat berharga, saat meninggalkan rumah tengah malam setelah mendengarkan rentetan tembakan.

    Humayoo (17 tahun), kakak Murtaza mengakui bahwa mereka tidak bisa mengantar Murtaza ke sekolah dalam dua tahun terakhir dan juga tidak membiarkannya bermain di jalan.

    "Saya rindu Messi," kata Murtaza kepada AFP yang menemuinya di Kabul. Ia sangat berharap suatu hari bisa bertemu lagi.

    "Kalau saya bertemu, saya akan mengatakan 'Salam' dan 'apa kabar'. Lalu ia akan menjawab terima kasih dan saya akan ke lapangan dimana ia akan bermain dan saya akan menonton dia," kata Murtaza.

    Foto Murtaza menggunakan seragam Timnas Argentina bernomor punggung 10 yang terbuat dari plastik viral pada dua tahun lalu. Warga net kemudian meminta agar Murtaza dicari supaya Messi bisa bertemu.

    Ketika nama dan identitas Murtaza diumumkan, Messi kemudian mengirimkan sebuah paket, termasuk seragam tim nasional Argentina yang sudah ditanda taganinya, melalui Unicef, dimana Messi menjadi dutanya.

    Nasib baik pun menghampiri Murtaza karena ia kemudian diundang bertemu Messi di Doha pada 2016 ketika Barcelona sedang mengikuti pertandingan persahabatan. Ia sempat berjalan di lapangan bersama pemain idolanya itu.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.