Presiden FIFA Gianni Infantino Puji Program Sepak Bola Indonesia

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden FIFA Gianni Infantino bersama dua pengurus PSSI, Joko Driyono dan Ratu Tisha. (pssi.org)

    Presiden FIFA Gianni Infantino bersama dua pengurus PSSI, Joko Driyono dan Ratu Tisha. (pssi.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden badan sepak bola dunia (FIFA) Gianni Infantino memberi apresiasi pelaksanaan program pengembangan sepak bola di Indonesia. Ia juga memuji presentasi PSSI tentang pelaksanaan program FIFA Forward yang kemudian direkomendasikan untuk menjadi contoh bagi negara anggota FIFA lainnya karena telah menjalankan program FIFA Forward yang unik dan mendasar, fokus kepada pelatih, pemain dan wasit.

    “Presentasi yang bagus, Ini pencapaian luar biasa. Sepak bola Indonesia memiliki visi yang jelas. Yang terpenting, anda menjalankannya dan membuat kemajuan. Tetap semangat, Sepak bola Indonesia dikelola orang yang tepat. Saya harap kalian mendapatkan yang terbaik,” kata Infantino di sela-sela Forum FIFA Executive Football Summits yang berlangsung di Doha, Qatar.

    Dalam forum ini, 50 negara dari lima konfederasi hadir. Indonesia diwakili Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono dan Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria. Forum ini merupakan edisi ketiga yang diselenggarakan FIFA sejak tahun 2016.

    Forum FIFA Executive Football Summits sebagai wadah bagi para anggota untuk berdiskusi berbagai strategi pengembangan sepak bola. Forum ini dimaksudkan untuk membangun atmosfer kerja sama yang konstruktif sesama anggotanya.

    Pada edisi ketiga ini, agenda utama yang dibicarakan adalah program FIFA Forward 2.0, Sepak bola Wanita dan teknologi video assistant referees (VARs). Indonesia mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan presentasi program FIFA Forward yang memang menjadi program utama PSSI sejak tahun 2017.

    “Dalam program FIFA Forward, PSSI memiliki tiga area fokus, yakni pelatih, pemain dan wasit. PSSI juga melahirkan Filosofi Sepak bola Indonesia (Filanesia) yang merupakan program pengembangan sepak bola yang berkelanjutan dan diharapkan menjadi kurikulum di sekolah,” kata Ratu Tisha.

    “Terima kasih kepada FIFA yang telah memberikan kepercayaan kepada PSSI menjadi salah satu federasi percontohan, PSSI fokus pada milestone yang telah ditetapkan yakni 2024, 2034, 2045,” ujar Sekjen PSSI itu lagi.

    PSSI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.