Undian Liga Champions: Tinjauan Man United Vs Paris Saint-Germain

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Manchester United vs Paris Saint-Germain. Pemain Manchester United, Marcus Rashford (kiri) ; Pemain PSG, Neymar.

    Manchester United vs Paris Saint-Germain. Pemain Manchester United, Marcus Rashford (kiri) ; Pemain PSG, Neymar.

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil undian babak 16 besar Liga Champions 2018/2019 mempertemukan Manchester United dan Paris Saint-Germain. Partai ini menjadi salah satu laga besar yang tercipta dalam drawing yang dilakukan di Nyon, Swiss, Senin, 17 Desember 2018.

    Baca: Hasil Lengkap Undian Babak 16 Besar Liga Champions

    Meski sama-sama memiliki nama besar, kedua tim belum pernah bertemu sebelumnya di Liga Champions. MU lebih moncer dalam urusan prestasi di kancah Eropa dan pernah tiga kali menjadi juara, yakni pada 1968, 1999, 2008. Sedangkan PSG belum pernah menjadi kampiun.

    MU, yang diasuh Jose Mourinho, saat ini menempati ranking 15 badan sepak bola Eropa (UEFA). Di babak grup mereka menang tiga kali, kalah sekali, dan meraih hasil seri sekali. Di babak tersebut, Paul Pogba menjadi pencetak gol terbanyak dengan 2 gol.

    Si Setan Merah akan berjuang meraih hasil lebih baik dari musim lalu, saat tersingkir di babak 16 besar. Perjuangan itu tak akan mudah. Di level domestik, performa MU tak terlalu apik dan saat ini hanya menempati posisi keenam klasemen Liga Inggris.

    PSG sendiri saat ini memuncaki klasemen Ligue 1 Prancis dan berada di posisi keenam ranking UEFA. Di babak grup Liga Champions hasil mereka tak lebih baik dari MU: tiga kali menang, dua kali seri, dan sekali kalah. Neymar menjadi andalan mereka dalam menjebol gawang lawan, yakni 5 gol. Musim lalu, tim ini juga hanya sampai ke babak 16 besar.

    UEFA | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?