Liga 1: Jakmania Akan Mejeng di Jersey Persija Jakarta

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suporter klub sepakbola Persija Jakarta mengikuti konvoi Penyerahan Piala Gojek Traveloka Liga 1 di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu 15 Desember 2018. Konvoi tersebut untuk merayakan kemenangan Persija Jakarta sebagai juara Liga 1. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    Suporter klub sepakbola Persija Jakarta mengikuti konvoi Penyerahan Piala Gojek Traveloka Liga 1 di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu 15 Desember 2018. Konvoi tersebut untuk merayakan kemenangan Persija Jakarta sebagai juara Liga 1. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - Direksi Persija Jakarta berencana memberi kehormatan buat suporter tim, The Jakmania, di kostum pemain. Kehormatan itu dengan meletakkan nama The Jakmania di kostum bagian lengan.

    Kostum dengan nama The Jakmania itu akan dipakai pertama kali saat nanti bermain di kualifikasi putaran pertama Liga Champions Asia (LCA). Pertandingan bakal dihadapi Persija melawan Home United FC di Kallang, 5 Februari 2019.

    "Saya pastikan peletakan nama The Jakmania sebagai sponsor bukan sebagai sponsor utama, melainkan di lengan pemain," kata Gede Widiade, Direktur Utama Persija.

    The Jakmania memang bisa dianggap sebagai sponsor Persija. Itu karena pemasukan dari penjualan tiket pertandingan kandang Persija bisa menutupi kebutuhan operasional klub.

    Di GO-JEK LIGA 1 2018 Persija sempat mencatat penonton terbanyak dalam satu pertandingan. Rekor itu terjadi pada laga pekan terakhir menjamu Mitra Kukar FC.

    Dalam laga itu lebih dari 60 ribu penonton memadati stadion. Banyaknya penonton yang datang ke stadion karena memang kapasitasnya begitu besar, dan minat The Jakmania untuk menyaksikan  Persija sangat tinggi.

    LIGA INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.