Rasisme di Kandang Chelsea, Polisi Inggris Selidiki Pelaku

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Manchester City Raheem Sterling dihadang oleh pemain Lyon Tanguy Ndombele saat bertanding dalam penyisihan grup F Liga Champions di Groupama Stadium, Lyon, Prancis, 27 November 2018. Reuters/John Sibley

    Pemain Manchester City Raheem Sterling dihadang oleh pemain Lyon Tanguy Ndombele saat bertanding dalam penyisihan grup F Liga Champions di Groupama Stadium, Lyon, Prancis, 27 November 2018. Reuters/John Sibley

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Metropolitan London sedang menyelidiki kasus teriakan berbau rasialisme di kandang Chelsea, Stamfford Bridge, ketika The Blues menjamu tamunya, Manchester City, Sabtu dua pekan lalu. Pada laga Liga Primer Inggris tersebut, City digasak 2-0.

    Salah seorang juru bicara pasukan keamanan Inggris mengatakan kepada media bahwa pihaknya belum bisa mengungkap identitas pekaku kepada publik. "Penyelidikan masih berlangsung, hasilnya belum bisa diungkap sekarang," ucapnya seperti dikutip Daily Mail.

    Beberapa media di Inggris dalam pemberitaannya baru-baru ini mengungkapkan, empat suporter Chelsea disangka melakukan tindakan rasialis kepada salah seorang pemain Manchester City, Raheem Sterling, saat klub tersebut melakukan pertandingan tandang.

    Sikap rasialis gibol Chelsea tersebut tak berhenti di situ. Ketika mereka melawat ke markas Vidi, Hungaria, pekan lalu, tindakan tak terpuji itu diulang kembali. Mereka serempak meneriakkan lagu-lagu anti-Semit di Liga Eropa.

    Perilaku yang dianggap kelewatan tersebut ditanggapi serius oleh Chelsea. Dalam sebuah pernyataan, klub bermarkas di ibu kota Inggris itu mengatakan, "Kami mengambil tindakan sangat serius atas ulah pendukung kami. Mereka akan diperiksa mendalam oleh kepolisian."


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.