Manchester United: Mou Siapkan Transfer Fantastis Sebelum Dipecat

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jose Mourinho meninggalkan tempat tinggalnya setelah dipecat sebagai manajer MU, di Manchester, Inggris, Selasa, 18 Desember 2018. Untuk kedua kali, Mourinho dipecat di tengah jalan sebagai manajer. REUTERS/Phil Noble

    Jose Mourinho meninggalkan tempat tinggalnya setelah dipecat sebagai manajer MU, di Manchester, Inggris, Selasa, 18 Desember 2018. Untuk kedua kali, Mourinho dipecat di tengah jalan sebagai manajer. REUTERS/Phil Noble

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan manajer Manchester United,  Jose Mourinho, sebenarnya sudah menyiarkan bidikan tranfer pemain yang akan memecahkan rekor dunia pada jendela transfer Januari 2019. Hal itu dirancang Mourinho dipecat United pada Selasa, 18 Desember 2018.

    Mourinho dipecat sehingga tak bisa memenuhi kontrak barunya sebagai manajer Manchester United sampai 2020, setelah United melakukan start kompetisi terburuk  selama 28 tahun terakhir.

    Setelah kalah 1-3 dari Liverpool, kini Manchester United ketinggalan 19 poin dari rivalnya tersebut di puncak klasemen Liga Primer Inggris dan terpaku di urutan keenam.

    Setelah kebobolan 29 gol dalam 17 pertandingan liga, Mourinho memprioritaskan pembelian pemain belakang dan membidik bek tengah Napoli, Kalidou Koulibaly.

    Ketua klub Seri A Liga Italia itu,  Aurelio De Laurentiis, membenarkan lamaran Mourinho terhadap pemainnya asal Senegal tersebut dan akan menjadi rekor dunia transfer untuk pemain belakang.

    "Jose Mourinho menginginkan dia. Kami menolak tawaran 95 juta pound sterling (Rp 1,73 triliun," kata petinggi Napoli tersebut kepada pers dalam acara yang dipandu Corriere del Mezzogiorno. “Tapi, sekarang, adalah tidak mungkin, ia meninggalkan Napoli.”

    KICKOFF | ESPN


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.