Simon McMenemy Pelatih Timnas, Masukan Bhayangkara FC untuk PSSI

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Simon McMenemy. (liga-indonesia.id)

    Simon McMenemy. (liga-indonesia.id)

    TEMPO.CO, Bekasi - Bhayangkara FC mengikhlaskan kepergian Simon McMenemy untuk menjadi pelatih kepala Timnas Indonesia senior. Kepastian Simon menjadi pelatih telah diumumkan oleh federasi sepak bola Indonesia atau PSSI pada hari ini dalam sebuah konferensi pers di Jakarta.

    Manajer Bhayangkara FC, AKBP Sumarjdi mengatakan, Simon merupakan pilihan yang tepat untuk menukangi Timnas Indonesia. Sebab, menurut Sumardji, Simon merupakan pelatih yang cerdas dalam menyusun sebuah tim. "Saya tahu persis karakter Simon, karena sudah bekerja sama selama dua tahun," ucap Sumardji kepada Tempo, Kamis, 20 Desember 2018.

    Pada musim 2017, Simon berhasil mempersembahkan gelar Liga 1 untuk Bhayangkara FC. Sedangkan di musim 2018, manajemen yang menargetkan lima besar, justru Bhayangkara FC berhasil finis di peringkat ketiga, di bawah Persija Jakarta dan PSM Makassar.

    Sumardji memberi masukan kepada PSSI akan Simon sukses bersama dengan Timnas. Menurut dia, Simon memiliki karakter yang terbuka dan mudah untuk diajak berdiskusi, walaupun keputusan akhir berada di tangan Simon itu sendiri. "Saya yakin Simon sukses, apalagi di PSSI banyak orang pintar dan berkompeten untuk berdiskusi," ujar dia.

    Karena itu, menurut dia, Simon McMenemy harus mendapatkan dukungan penuh dan motivasi agar bisa mengangkat prestasi Timnas yang tengah merosot saat ini. Hal itu lah yang dilakukan Bhayangkara FC salama ini. Hasilnya, sejumlah hasil positif diraih klub berjuluk The Guardian tersebut. "Kami sangat mendukung, apalagi melihat prestasi Timnas sekarang cukup prihatin," ujar dia.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.