Piala Indonesia: Persebaya Surabaya Hentikan PSKT Sumbawa 4-2

Pesepak bola Persebaya, Irfan Jaya (kedua kiri), berebut bola dengan pesepak bola Persib Bandung, Dedi Yusnandar, dalam pertandingan sepak bola Liga 1 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu, 20 Oktober 2018. Dengan kekalahan ini, Persib gagal merebut kembali puncak klasemen dari PSM Makassar. ANTARA/Nyoman Budhiana.

TEMPO.CO, Jakarta - Persebaya Surabaya menghentikan langkah PSKT Sumbawa Barat dengan skor 4-2 pada laga lanjutan babak 64 besar Kratingdaeng Piala Indonesia 2018. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion 17 Desember, Kota Mataram, Minggu 23 Desember 2018.

Persebaya mencoba menekan pertahanan PSKT Sumbawa Barat sejak awal babak pertama. Peluang dari tendangan bebas yang diteruskan melalui sundulan Rishadi Fauzi masih jauh dari sasaran. Karena keasyikan menyerang, Persebaya justru kecolongan. Sundulan Jumarsih meluncur mulus ke gawang Bajul Ijo yang dijaga oleh Alfonsius Kelvan pada menit ke-19.

Persebaya mendapat peluang emas dari titik putih, setelah pemain PSKT Sumbawa Barat Syamsul Arifin dinilai  wasit menyentuh bola dengan tangannya di dalam kotak penalti. Misbakus Solikin yang menjadi eksekutor tendangan penati tidak menyia-nyiakan peluang emas ini. Dia berhasil mengeksekusi tendangan penalti dan merubah skor menjadi 1-1 pada menit ke-39. Babak pertama berakhir imbang.

Usai turun minum, Persebaya berbalik unggul melalui gol Fandi Eko pada menit ke-49. Unggul satu gol, Persebaya tidak mengendorkan serangannya. Mereka menambah pundi- pundi golnya. Kali ini melalui Rendi Irwan yang sukses mencetak gol menit ke-70.

Tertinggal dua gol dari Persebaya, tak membuat PSKT Sumbawa Barat kehilangan semangat bermain. Jumarsih pun dapat mencetak gol keduanya menit ke-77 setelah melewati beberapa pemain barisan belakang Persebaya. Dia memperagakan permainan cantik umpan satu dua di lini pertahanan Persebaya. Gol dari Jumarsih merubah skor menjadi 2-3.

Irfan Jaya mengunci kemenangan Persebaya melalui golnya pada menit ke-88 dengan mencetak gol keempat. Dia berdiri bebas menerima umpan Oktafianus setelah melewati beberapa pemain belakang lawan dari sisi kiri. Skor 4-2 tidak berubah sampai wasit meniup peluit akhir pertandingan.

Pelatih PSKT Lahmudin mengatakan, anak-anak asuhnya sudah berjuang untuk bisa mencoba imbangi permainan lawan. “Karena melawan Persebaya adalah kesempatan terbaik bagi kami untuk menunjukan skill individu dari setiap pemain. Pertandingan tadi merupakan pembuktian kata-kata saya, mereka berhasil memperagakan permainan terbaiknya. Jumarsih dan kawan-kawan sudah cukup merepotkan Persebaya,” katanya.

Asisten pelatih Persebaya Bejo Sugiantoro menilai, laga tersebut bak pertandingan final bagi pasukannya.

“Kami tahu bahwa kasta kompetisi kami dengan tuan rumah sangat jauh berbeda. Tapi, tadi sepanjang pertandingan bisa dilihat, mereka justru merepotkan dan bahkan lebih dulu membobol gawang kami. Angkat topi untuk permainan lawan, mereka tak gentar sedikit pun melawan kami,” jelas mantang bintang libero Persebaya Surabaya ini.

PSSI.ORG






Panglima TNI Andika Perkasa: 4 Prajurit Akui Lakukan Kekerasan di Tragedi Kanjuruhan

3 jam lalu

Panglima TNI Andika Perkasa: 4 Prajurit Akui Lakukan Kekerasan di Tragedi Kanjuruhan

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyatakan 4 dari 5 prajurit yang diperiksa terkait Tragedi Kanjuruhan mengaakui melakukan kekerasan.


Kapolri Disebut Segera Umumkan Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Komisi III Sudah Terima Laporannya

3 jam lalu

Kapolri Disebut Segera Umumkan Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Komisi III Sudah Terima Laporannya

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo disebut akan segera mengumumkan tersangka Tragedi Kanjuruhan dalam satu hingga dua pekan ke depan.


Tragedi Kanjuruhan, Ketua Umum PSSI: Tanggung Jawab Ada di Panpel

5 jam lalu

Tragedi Kanjuruhan, Ketua Umum PSSI: Tanggung Jawab Ada di Panpel

Ketua Umum PSSI menilai pintu Stadion Kanjuruhan menjadi tanggung jawab penuh Panpel di laga Arema FC vs Persebaya.


Eksklusif Tragedi Kanjuruhan, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan Jawab Soal Penggunaan Gas Air Mata di Dalam Stadion

6 jam lalu

Eksklusif Tragedi Kanjuruhan, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan Jawab Soal Penggunaan Gas Air Mata di Dalam Stadion

Mochamad Iriawan menyatakan pengunaan gas air mata pada Tragedi Kanjuruhan merupakan yang pertama dalamm sejarah BRI Liga 1.


Korban Tragedi Kanjuruhan Bertambah, Ini Penjelasan Polri

7 jam lalu

Korban Tragedi Kanjuruhan Bertambah, Ini Penjelasan Polri

Polri menyatakan ada tambahan korban tragedi Kanjuruhan yang tidak dirawat di fasilitas kesehatan.


Tragedi Kanjuruhan, Arema FC Akui Jual Tiket Melebihi Rekomendasi Polisi

9 jam lalu

Tragedi Kanjuruhan, Arema FC Akui Jual Tiket Melebihi Rekomendasi Polisi

Tim investigasi Tragedi Kanjuruhan yang dibentuk PSSI menyebut Arema FC menjual tiket sesuai kapasitas maksimal stadion.


Tragedi Kanjuruhan, Ini Aturan PSSI Soal Pintu Stadion

9 jam lalu

Tragedi Kanjuruhan, Ini Aturan PSSI Soal Pintu Stadion

PSSI menyatakan terjadi pelanggaran soal pintu stadion dalam Tragedi Kanjuruhan.


Tragedi Kanjuruhan, Aremania Somasi Presiden Jokowi hingga Panpel Pertandingan

10 jam lalu

Tragedi Kanjuruhan, Aremania Somasi Presiden Jokowi hingga Panpel Pertandingan

Aremania mendesak segera ditetapkan tersangka atas Tragedi Kanjuruhan.


Tragedi Kanjuruhan Buat Kelompok Suporter 9 Klub di Pulau Jawa Sepakat Berdamai

11 jam lalu

Tragedi Kanjuruhan Buat Kelompok Suporter 9 Klub di Pulau Jawa Sepakat Berdamai

Pasca-Tragedi Kanjuruhan, ribuan suporter klub se-Pulau Jawa berkumpul di Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta, Selasa malam, 4 Oktober 2022.


Tragedi Kanjuruhan: Ini Alasan Komdis PSSI Sanksi Panpel Arema FC

1 hari lalu

Tragedi Kanjuruhan: Ini Alasan Komdis PSSI Sanksi Panpel Arema FC

Komite Disiplin atau Komdis PSSI menilai ada kelemahan dalam hal penjualan tiket di laga Arema FC vs Persebaya yang berakhir ricuh.