Bos Inter Milan Sesalkan Teriakan Rasisme ke Pemain Napoli

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Juventus Mattia De Sciglio menghadang pemain Napoli Kalidou Koulibaly saat bertanding dalam laga Seri A Italia di Stadio San Paolo, Naples, Italia, 1 Desember 2017. REUTERS

    Pemain Juventus Mattia De Sciglio menghadang pemain Napoli Kalidou Koulibaly saat bertanding dalam laga Seri A Italia di Stadio San Paolo, Naples, Italia, 1 Desember 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Bos Inter Milan, Luciano Spalleti mengutuk teriakan rasisme terhadap pemain belakang Napoli, Kalidou Koulibaly. "Sepak bola Italia harus berubah," ucapnya seperti dilansir situs Goal.com.

    Pertandingan yang diwarnai dengan nyanyian berbau rasisme itu bergemuruh tatkala Inter menjamu Napoli dengan kemenangan 1-0 dalam lanjutan Serie A Italia pada Rabu malam, 26 Desember 2018, waktu setempat.

    Menurut laporan sejumlah media, sebelum laga dimulai, Carlo Ancelotti mendesak tuan rumah agar pertandingan antara Inter versus Napoli di San Siro ditunda hingga teriakan rasis tersebut redah. Namun permintaan itu tak diindahkan.

    "Ancelotti mengancam menarik para pemainnya keluar lapangan karena menjadi bulan-bulanan teriakan rasisme," tulis Fox Sport, Kamis 27 Desember 2018. "Kami menyampaikan permintaan itu tiga kali agar pertandingan melawan Inter Milan dihentikan lantaran suara rasisme," kata Ancelotti.

    Pemain internasional Senegal itu diteriaki seperti monyet saat pertandingan sedang berlangsung. Kondisi tersebut sepertinya membuat dia tidak tahan sehingga membuat dua kali pelangaran berat dan harus menerima dua kartu kuning. "Koulibaly terprovokasi, saya rasa normal," kata Ancelotti.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.