Satgas Antimafia Bola Tangkap Mbah Putih di Yogyakarta

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Sepak Bola. (shutterstock.com)

    Ilustrasi Sepak Bola. (shutterstock.com)

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Satgas Antimafia Sepak Bola Mabes Polri menangkap tokoh gaek persepakbolaan Yogya Dwi Irianto yang akrab disapa Mbah Putih Jumat 28 Desember 2018 terkait dugaan pengaturan skor yang menyeretnya.

    Mbah Putih ditangkap saat tengah berada di salah satu hotel kawasan Jalan Laksda Adisutjipto. "Setelah ditangkap oleh petugas polisi dibawa ke rumah dulu, sekitar satu jam, untuk ambil baju ganti dan berkas-berkas," ujar putra Mbah Putih Berlandika Candra Pramudipta saat dihubungi Tempo, Jumat, 28 Desember 2018.

    Penangkapan pria yang menjabat Anggota Komisi Disiplin (Komdis) PSSI itu diduga kuat pasca namanya terseret ketika eks manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani, buka suara mengungkap pusaran kasus match fixing gelaran Liga 2 dan Liga 3 musim ini.

    Sebelum menangkap Mbah Putih, Satgas Anti Mafia Sepakbola lebih dulu menangkap eks Ketua Asprov PSSI Jateng, Johar Lin Eng pada Kamis (27 Desember).

    Anak Mbah Putih, Dika menambahkan sang ayah dijemput pihak kepolisian sekitar pukul 08.00 WIB lebih dan sempat kembali ke kediamannya kawasan Demangan Gondokusuman Yogyakarta. “Kami kaget, jujur tidak menyangka bakal ada peristiwa seperti itu,” ujar Dika.

    Dika mengungkap bahwa sang ayah juga sempat dibawa ke Polsek Gondokusuman sebelum diterbangkan ke Jakarta pukul 14.00 siang tadi.

    "Tadi saat ditangkap dan dibawa ke Jakarta belum ada kuasa hukum, kami masih menunggu informasi dulu untuk menentukan langkah," ujarnya.

    Menurut Dika proses penangkapan ayahnya itu tak ada sesuatu yang berunsur paksaan karena sang ayah juga kooperatif. "Petugas baik dan sopan, menunjukkan surat penangkapan dan tidak ada borgol," ujarnya.

    Satgas Antimafia Sepak Bola menangkap Mbah Putih atas dugaan keterlibatan pengaturan skor di Liga 2 dan Liga 3 Indonesia. Mbah Putih disebut memiliki peran sebagai penyandang dana dalam pengaturan skor meski perannya masih akan terus didalami. 

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.